Balada Petugas Pemakam Hewan di Ragunan

382 views
- Advertisement -

JAKARTA (KBK) – Mendapati tempat menggantungkan hidupnya bangkrut tak membuat Mad Ali patah semangat untuk menghadapi takdir. Sebagai putera asli Jakarta ia mencoba banting stir menjadi buruh bangunan pada dekade 90 an. Proyek yang pertama ia bangun yakni rumah sakit hewan (RSH) di Ragunan, Jakarta Selatan. Usai RSH terbangun pria yang akrab di sapa Ali itu bingung mau kemana, bak gayung bersambut Ali dipercaya menjadi tukang kebun di sekitar RSH.

“Saya tanya ke mandor alhamdulilah saya dibolehkan kerja untuk rawat taman,” ujar pria berusia 63 tahun tersebut.

Berkat ketekunannya, Ali kembali mendapat kepercayaan menjadi petugas pemakaman hewan. Pekerjaan barunya itu ia emban dengan penuh ikhlas tanpa pamrih. Kini setelah genap 26 tahun gali tutup liang lahat sudah tak terhitung hewan-hewan yang ia kuburkan. Menurut kakek 6 cucu itu kucing dan anjing merupakan hewan dominan yang bersemayam.

“Paling susah itu nguburin anjing yang ukurannya segede manusia,” jelas Ali sambil mencabut rumput liar di pemakaman.

Di usia senja kini Ali bersama sang istri, Rahmi mendiami rumah peninggalan orang tuanya di RT 11, RW 4, Ragunan. Meski penghasilan bulanan Ali jauh dibawah UMR Provinsi tetapi ia tetap lapang menjalani hidup. Baginya merasa cukup adalah kunci utama pasangan lansia itu melewati kerasnya hidup di belantara Ibu Kota.

- Advertisement -