Waspada ! Banjir Dimana-mana

258 views
Ruas jalan tol Kertosono - Ngawi Km (604 - 605) sempat terendam banjir hingga ditutup sejak Rabua malam (6/3)hingga Jumat dinihari (8/3). Banjir melanda sebagian wilayah P. Jawa akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu relatif panjang.
- Advertisement -

MUSIBAH hidrometeorologi banjir melanda Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta pekan ini akibat curah hujan tinggi, kejenuhan tanah menyerap air, buruknya drainase serta ulah manusia lainnya.

Di wilayah DI Yogyakarta, banjir dna tanah longsor terjadi di Kab. Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman dan kota Yogyakarta yang diguyur hujan lebat hampir epanjang hari, Rabu (6/3).

Menurut Kepala Kelompok Data dan Infomasi MBKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono Kamis lalu (7/3), curah hujan di keempat wilatah tersebut tergolong lebat,hingga melebihi 100 mm per hari.

Hal itu, menurut Djoko, terjadi akbat sejumlah faktor seperti pola angin di wilayah P. Jawa yang beberapa waktu ini berbentu belokan akibat tekanan rendah di Samudera Hindia bagian selatan.

“Pola angin berbentuk belokan, memicu kenaikan massa udara sehingga terjadi pembentukan awan yang memicu terjadinya hujan, “ tuturnya.

Sementara di wilayah Jabodetabek, menurut Kasubbidang Produksi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Siswanto, peningkatan kualitas hujan pada Maret ini sudah diprediksi Februari lalu akibat pembentukan gugus awan berkaitan dengan fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) fase basah yang menggantikan fase kering sebelumnya.

MJO adalah elemen variabel intramusiman terpanjang (30 hingga 90 hari) pada atmosfir tropis yakni pola perpindahan udara yang meyebar ke arah trmur melalui atmosfir bagian hangat di Samudera Hindia dan Pasifik.

Sedangkan di jawa Barat, 22.000 lebih keluarga di Kec. Baleendah, Banjaran, Bojongsoang, Cicalengka, Cileunyi, Dayeuhkolot dan Kutawaringin terkena dampak banjir.
Pemkab Bandung juga meningkatkan status siaga darurat bencana mulai Jumat kemarin (8/3) menjadi status tanggap bencana selama sepekan dan bisa diperpanjang hingga sepekan kemudian.

Di Jawa Timur, banjir terparah melanda delapan kecamatan di Kab. Madiun hingga berdampak pada 38 desa yang digenangi air setinggi 30 cm sampai tiga meter. Selain berdampak terhadap 14.280 keluarga di desa-desa tersebut, banjir juga merendam 230 HA sawah menjelang panen.

- Advertisement -