Korut Berulah Lagi

401 views
Radio Nasional Publik (NPR) AS melaporkan citra satelit DigitalGlobe tetntang dugaan persiapan ujicoba peluncuran roket dari fasilitas nuklir Korut di Sanumdong pada 22 Feb lalu.
- Advertisement -

TIDAK diketahui apa motivasi Korea Utara menyiapkan lagi peluncuran rudal atau satelit pasca pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Korut Ki Jong Un di Hanoi, 27 Feb. lalu.

Jika niatnya sembunyi-sembunyi untuk melakukan ujicoba peluncuran rudal atau bom nuklir agar tidak terdeteksi AS dan konco-konconya, mustahil dilakukan, karena hal itu mudah dilacak.

Berbagai cara bisa dilakukan AS atau Korsel untuk melacak kegiatan tersebut, misalnya mungkin saja dari laporan mata-mata yang sudah “ditanam” di wilayah Korut, juga dari foto-foto citra satelit, pesawat pengintai AS atau juga dari alat pendeteksi ledakan yang mungkin dimiliki Korsel maupun di Jepang.

Mungkin alasannya cuma untuk “ngledek” AS dan Korsel atau kesal karena AS tidak bersedia melunakkan sanksi ekonomi yang dikenakan pada Korut yang sangat memberatkan perekonomiannya.

KTT Hanoi antara Trump dan Kim akhir Februari lalu yang merupakan pertemuan kedua antara kedua negara yang saling beseteru sejak Perang Korea (1950 – 1953) setelah pertemuan sebelumnya di Singapura, Juni 2018.

Sebenarnya pertemuan Hanoi diagendakan untuk membuahkan hasil yang bermanfaat, tidak saja bagi AS Korsel dan Korut, tetapi juga membawa perdamaian di Semenanjung Korea dan kawasan ini.

Dengan menghentikan seluruh program nuklirnya, terbuka peluang bagi Korut untuk menjalin kerjasama ekonomi dengan negara-negara sekitarnya, sehingga pada gilirannya akan melepas belenggu rakyatnya dari kemiskinan.

Dugaan terkait persiapan peluncuran roket Korut disiarkan oleh Radio Publik Nasional AS (NPR) (8/3) berdasarkan foto-foto bersumber dari DigitalGlobe tentang aktivitas di salah satu situs nuklir Sanumdong, Korut.

Aktivitas di Situs Lain
Dari citra satelit, NPR memperoleh gambaran kegiatan sejumlah truk, kendaraan rel (rail car) dan derek di sekitar situs nuklir Sanumdong pada 22 Februari lalu.

- Advertisement -