RESI WISRAWA MANEGES

93 views
Resi Wisrama maneges kepada Betara Guru, kenapa ketiga putranya semua buruk rupa?
- Advertisement -

MESKIPUN sudah jompo dan mulai dilirak-lirik SanghyangYamadipati, Resi Wisrawa masih tokcer juga. Beberapa bulan hidup sebagai suami-istri di Kompleks BTN Pondok Pucung Provinsi Ngalengkadiraja, Ny. Sukesi langsung hamil. Ke mana-mana pakai daster. Wisrawa asyik pula mencari nama cakep untuk anak perdananya kelak. Sebagai bahan acuan dicarinyalah nama-nama keren melalui koran lama yang berisi pengumuman seleksi UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

Firasat-firasat aneh bermunculan sebelum Ny. Sukesi menghadapi persalinan. Perut mules-mules seperti mau ke belakang, itu sudah jelas. Tetapi lebih dari itu, cuaca di Ngalengka menjadi demikian buruk sehingga ramalan Badan Klimatologi, Meteorologi & Geofisika kacau balau. Matahari berhari-hari tidak muncul, meteor berjatuhan disertai hujan angin. Karenanya Resi Wisrawa tak berani ke luar panggil bidan yang pakai online-online atau membawa istrinya ke RSB “Mitra Keluarga Kaya”.

“Aduuuh, gimana Mas? Gue udah nggak tahan, nih!” rintih Sukesi.

“Tahan dulu deh barang dua hari, tunggu cuaca bagus. Atau pakai operasi Yulius Caesar saja?” jawab Resi Wisrawa sok modern tapi keliru.

Jabang bayi yang buru-buru ingin lihat dunia yang hiruk-pikuk itu akhirnya lahir juga dengan selamat. Karena Sukesi bukan selebritis, proses persalinan dari pembukaan 1 hingga 100 tak diliput TV swasta. Itu malah menguntungkan, karena bayi yang lahir laki-laki itu amburadul bentuknya. Kulitnya biru macam penderita penyakit jantung, matanya merah seperti wayang belekan. Yang mengerikan, bayi itu bertaring dan kepalanya 10 sementara tangannya 20. Berapa gigi dan jarinya, silakan ambil kalkulator!

Resi Wisrawa malu sekali punya putra dengan cacat demikian banyak. Padahal seumur-umur belum pernah “jajan” di Alexis ataupun boking artis VA. Kalau tidak takut kepada polisi dan dicegah oleh Prabu Sumali yang kini menjadi mertuanya, jabang bayi macam mercon bantingan itu dilempar ke kali Ciliwung.

- Advertisement -