Bangunan Sekolah Baru Pasca Gempa, Adi: Semangat Belajar Biar Jadi Presiden

21 views
- Advertisement -

LOMBOK – Adi Kurniawan (19), salah satu siswa kelas 12 Sekolah Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiyatul Islamiyah, di Dusun Gol, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, mengenang sekolahnya yang diguncang gempa pada Juli-Agustus 2018.

Dia mengaku tidak pernah mengira bahwa perjalanan pendidikannya akan mengalami guncangan peristiwa dampak gempa.

“Tidak jauh dari sekolah, rumah ku juga rata sudah karena gempa itu. Sekolah ini juga, padahal setahun lagi kelulusan,” aku Adi. “Selain rusak, kami semua juga khawatir bangunan sekolah yang tersisa akan rubuh jika masih digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar. Kami tidak semangat dan kurang ceria waktu itu,” tambahnya, dilaporkan Dhika Prabowo dari Dompet Dhuafa.

Pasca peristiwa Gempa Lombok, mandat para donatur Dompet Dhuafa untuk menyampaikan dan mengelola bantuan berupa mendirikan bangunan Sekolah Darurat di Ponpes Tarbiyatul Islamiyah, yang diresmikan langsung oleh Ketua Pengurus YDDR (Yayasan Dompet Dhuafa Republika), Ismail A. Said pada Senin, 27 Agustus 2018. Berikut menurunkan sejumlah tim SGI (Sekolah Guru Indonesia) sebagai pendampingan kegiatan belajar-mengajar di Ponpes tersebut.

Sekitar tiga bulan kemudian, Sekolah Darurat tersebut diganti dengan bangunan baru yang lebih layak dan permanen. Hingga pada Senin (11/3/2019), bangunan baru Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah diresmikan oleh Gubernur NTB, bersama Dompet Dhuafa juga berbagai pihak donatur, dan akan mulai digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar.

Kini Tarbiyatul Islamiyah memiliki sebuah aula, rumah santri, masjid yang lebih besar, hingga bangunan kelas baru dengan desain ramah gempa dan tradisional.

“Sekarang bagus dan nyaman, kami ada di lantai atas, hehe.. Kami ingin sekali semua semangat belajar di sekolah baru ini, biar bisa jadi Presiden,” ungkap Adi.

- Advertisement -