Inggeris Galau Menatap Brexit

37 views
- Advertisement -

Sedangkan mengutip AFP, hasil voting Selasa lalu tidak membuahkan hasil yang jelas, apakah Inggris akan keluar dari UE tanpa kesepakatan apapun, menunda tenggat Brexit, pemilihan cepat, atau menggelar referendum.
Sementara itu, Presiden UE Donald Tusk berpendapat, pihaknya akan tetap mempertimbangkan perpanjangan tenggat Brexit walau itu tidak mudah mengingat 27 negara anggotanya pasti akan mempertanyakan alasan yang bisa diterima mereka.

Kebijakan Brexit dari UE diambil berdasarkan hasil referendum yang digelar pada 23 Juni 2016 dimana 52 persen rakyat Inggeris menghendaki negaranya keluar dari UE dan hanya 52 persen yang menginginkan tetap bernaung di bawah UE.

Proses eksit dari UE diatur dalam Pasal 50 Traktat Lisbon untuk memberi waktu dua tau bagi kedua belah pihak (UE dan negara pemohon) mencapai kesepakatan terkait rencana pemisahan tersebut.

Pro-kontra terjadi di kalangan rakyat terkait manfaat Brexit atau tetap bernaung di UE, seperti masalah kebanggaan nasional, manfaat bisnis, ekonomi, arus imigrasi, perpajakan dan lainnya.

Setiap keputusan pasti ada untung-ruginya, dan waktu nnati yang akan memastikan, apakah pilihan rakyat Inggeris benar atau keliru. (AP/AFP/CNN/ns)

- Advertisement -