Kemkominfo Lakukan Proses Pembersihan Konten Penembakan di Media Sosial

6 views
Polisi berusaha mengeluarkan korban penembakan dari dalam masjid. Foto: BBC
- Advertisement -

SELANDIA BARU – Kementrian Komunikasi dan Informatika  berupaya  melakukan proses pembersihan konten penembakan di semua platform media sosial.

Plt Kepala Biro Humas Kementrian Komunikasi dan Informatika Ferdinandus Setu mengimbau agar warganet dan masyarakat tidak menyebarluaskan atau memviralkan konetn baik dalam bentuk foto, gambar, video, yang berkaitan dengan aksi kekerasan berupa penembakan brutal yang terjadi di Selandia Baru.

Dia mengatakan, Kominfo mendorong masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar, atau video tersebut. Penyebaran tersebut dapat menjadi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan yaitu membuat ketakutan di masyarakat.

Menurut Ferdinandus, konten video yang mengandung aksi kekerasan merupakan konten yang melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kementrian Kominfo terus melakukan pemantauan serta pencarian situs‎ dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali.

“Kami juga mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter jika menemukan keberadaan konten dalam situas atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau penembakan brutal di Selandia Baru,” ujar dia.

Ferdinandus mengatakan, pihaknya telah melakukan proses pembersihan konten penembakan Selandia Baru di semua platform media sosial sejak pukul 13.30 WIB. “Tadi kami proses semua di Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube,” katanya.

Berdasarkan pantauan Kominfo, telah ditemukan lebih dari 500 video yang diunggah di media sosial dna sudah diturunkan.‎ “Bilamana video tersebut diunggah kembali, maka secara otomatis tidak bisa diakses,” ujarnya.

- Advertisement -