Menjejakan Kaki di Kebun Salak Terakhir Ibu Kota

104 views
- Advertisement -

JAKARTA – Sebagai kebun terakhir di Ibu Kota, Cagar Buah Condet memiliki luas 3,5 hektar yang dijejali oleh ratusan tanaman salak dan dukuh asli Jakarta. Terletak di Condet, kramat Jati, Jakarta Timur, Cagar Buah Condet hampir tak tampak seperti selayaknya kebun.

Pada bagian depan, terdapat pintu masuk beronamen khas Betawi dengan gigi belalang yang menghiasi gapura. Namun letak pintu masuk yang diapit oleh bangunan beton membuat orang awam tak pernah mengira bahwa ada perkebunan di dalamnya.

Kebun ini bebas diakses oleh umum, hanya cukup membubuhkan nama di buku daftar isi, pengunjung sudah boleh menjelajah kebun dengan menyusuri jalan setapak yang terbuat dari paving blok.

Begitu memasuki area kebun, suasana sejuk dan tentram langsung menyergap pengunjung. Rapatnya antar pohon salah condet yang diselingi oleh pohon dukuh membuat suasana kian mendekati landscape hutan hujan tropis. Menurut Mailh (45), pengurus Cagar Buah Condet, pohon buah yang tumbuh kebanyakan telah berusia ratusan tahun.

“Apalagi pohon dukuh, dari jaman kakek saya sudah ada,” jelas Malih yang merupakan penduduk asli Condet (18/3).

Dalam setiap musim, salak condet bisa dipanen dalam kurun waktu 3 bulan sekali. Khusus dukuh lebih lama lagi bisa mencapai 1 tahun sekali. Bila beruntung pengunjung dapat menemui dukuh asli Jakarta yang memiliki cita rasa manis yang tercecer di tanah.

“Kalau setiap malam banyak buah jatohan di sini,” terang Malih.

Selain melestarikan buah, Cagar Buah Condet juga melakukan pembibitan.

- Advertisement -