Korban Gempa Lombok ini Berusaha Kejar Impian di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa

58 views
- Advertisement -

TANGERANG – Ahmad Afandi, sudah dua bulan berada di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa di bilangan Karawaci, Tangerang, dan belajar banyak hal mengenai kemampuan desain grafis dan komputer.

Menjadi desain drafis sebelumnya tidak masuk dalam daftar cita-cita kehidupan Afandi sebelumnya. Namun, kreatifitas dan hasrat belajar selalu ada dalam diri pria 23 tahun asal Lombok Timur tersebut.

Berkat ajakan dari teman di desa yang juga alumni Institut Kemandirian, Afandi bertekad untuk bisa berangkat ke Jawa, mengejar impianya. Bagi Afandi, jarak yang jauh sebanding dengan rasa penasarannya.

Walau hanya lulusan Madrasah Aliyah, Afandi bertekad untuk mengejar keingintahuannya akan banyak hal. Fasilitas yang diberikan Institut Kemandirian dinilai Afandi sangat membantu dirinya untuk lebih yakin jauh dari kampung halaman.

“Alhamdulillah diajak teman, di desa. Kebetulan semua biaya disini itu gratis dan dibiayai. Ada asramanya juga, jadi saya yakin untuk jauh-jauh kesini,” terang Afandi.

Berasal dari pulau Lombok, Afandi masuk menjadi korban selamat gempa Lombok pertengahan 2018 lalu. Rumahnya yang ada di Lombok Timur rusak. Beruntung semua kelurganya selamat.

Sehari-hari, Afandi merupakan seorang petani. Bersama orang tua, Afandi mengelola ladang pertanian di Lombok. Mengelola pertanian sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Namun, Afandi memiliki cita-cita lain yang menggerakkannya mengikuti pelatihan di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa.

“Saya ingin kedepanya dapat mendirikan pesantren desain grafis. Dimana pesertanya bukan hanya belajar desain grafis dan komputer, tapi juga belajar menganai agama,” terang Afandi.

- Advertisement -