LIMBUK SUWARGA

80 views
Limbukminta dikembalikan ke suwarga pangrantunan, tapi Betara Yamadipati pasang harga Rp 5 miliar.
- Advertisement -

SEMENJAK program ekspor babu diresmikan Menteri Tenaga Kerja Sudomo taun 1983, jagad perwayangan juga ikut latah. Negara Ngastina misalnya, ikut-ikutan mengirim TKW (Tenaga Kerja Wayang) ke Timbultaunan dan Ngalengka. Maklumlah, gara-gara harta kekayaan negara banyak dikorup pejabat Gajahoya, negara tidak mampu kasih makan rakyat. Para petinggi negara sarapan hamburger dan piza, rakyat makan nasi aking dari sisa beras raskin.

Wayang-wayang kelas akar rumput saling berebut untuk menjadi pahlawan devisa. Anehnya, babu andalan kraton si Limbuk, juga tertarik mendaftar TKW ke Timbultaunan. Tentu saja Prabu Duryudono merasa cotho (kehilangan). Maka sebelum berangkat Patih Sengkuni ditugaskan untuk melobi Limbuk jangan sampai berangkat. Alasannya, ada pepatah lama mengatakan; meski hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri.

            “Saya ingin mengubah nasib, ndara Sengkuni. Jaman sekarang babu digaji Rp 2 juta, mana cukup? Minimal ya Rp 10 juta, gitu.” Kata Limbuk si calon TKW.

“Apa? Sepuluh juta? Kok le pinuk (enak betul)! Prabu Duryudana saja dipatok Rp 15 juta dari jaman dinasti Ming, aku sendiri cuma Rp 10 juta. Mana mungkin gajimu disamakan denganku, gila lu…..,” jawab Haryo Suman agak emosi.

Ternyata keinginan Limbuk tak bisa dicegah, dia tetap berangkat ke negeri Timbultaunan, meskipun harus  palsukan umur dari 50 menjadi 35 tahun. Ya begitu itulah kwalitas Patih Sengkuni, berdiplomasi dengan babu saja gagal. Maklum, ini sekedar perjuangan yang non profit. Tapi coba yang ada aroma UUD (Ujung-Ujungnya Duit), woo….. musti “ditlateni” dari bakda magrib hingga adzan subuh.

Demikianlah, Limbuk segera berangkat ke Timbultaunan. Baru setahun jalan tiba-tiba ada faksimil masuk kantor kerajaan Ngastina, mengabarkan bawa perekan Limbuk mati dipancung di Timbultaunan. Dia dipersalahkan bunuh majikan yang hendak memperkosanya. Kebangetan juga itu majikan, ada TKW model Limbuk kok ya berselera juga. Padahal wajah dan bentuk Limbuk tak ada sisinya yang merangsang.

- Advertisement -