Pelajar Terdampak Gempa Palu Sulteng Bersyukur Bisa Ikuti UNBK

22 views
Ilustrasi Para pelajar SMA Negeri 3 Kota Palu tengah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (1/4/2019)/ BBC Indonesia
- Advertisement -

PALU – Tiga lokasi yang terdampak bencana gempa di Sulawesi Tengah ikut menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang secara serentak berlangsung mulai Senin (1/4/2019) di seluruh daerah di Indonesia.

Tiga lokasi terpapar bencana, adalah Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala.

Di Kota Palu, misalnya, sejumlah siswa dari lokasi terdampak bencana mengaku bersyukur karena dapat mempersiapkan diri untuk menyelesaikan semua soal yang diberikan.

Misalnya Nanda Lenan,  pelajar SMA Negeri 3 Palu ini mengaku sempat belajar di lapangan terbuka lantaran Kota Palu dan sekitarnya diguncang sejumlah gempa susulan selama beberapa pekan setelah tsunami melanda.

Nanda mengisahkan dirinya tengah mengikuti bimbingan belajar ketika gempa dengan magnitudo 7,7 pada skala Richter terjadi 28 September 2018 lalu.

Setelah gempa terjadi, aliran listrik di Kota Palu mati total. Untuk belajar dalam persiapan ujian akhir, Nanda pun kesulitan. Dia bersyukur karena seminggu setelah gempa, semua fasilitas kembali normal.

“Bersyukur di rumah saya kebetulan ada wifi, jadi saya belajar dari internet untuk mencari informasi. Jadi tidak harus dari sekolah. Apalagi saat kejadian, sekolah diliburkan.”

Menurut Wakil Kepala Sekolah Kurikulum SMA Negeri 3 Palu , Halima Tang, para siswa yang kehilangan orang tua dan rumah tinggal dibebaskan dari biaya apapun.

“Jumlah siswa kita saat ini mencapai 397 orang. Dari jumlah itu, kurang lebih 100-an siswa terdampak bencana, kehilangan orang tua maupun rumah tinggal,” kata Halima, dilaporkan BBC Indonesia.

Terkait dengan UNBK, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace, mengatakan semua siswa SMA kelas 12 dapat mengikuti ujian akhir.

“Pascabencana, Sulawesi Tengah ini termasuk cepat dalam rangka mengembalikan anak-anak untuk masuk sekolah. Anak-anak ini sempat belajar di tenda-tenda, namun saat UNBK tidak ada lagi ujiannya di tenda. Semua sudah masuk di ruangan kelas,” kata Irwan.

- Advertisement -