DASAMUKA GANDRUNG

149 views
Prabu Dasamuka sudah ngebet sekali untuk "eksekusi", padahal itu hanya Widowati abal-abal.
- Advertisement -

DASAMUKA memang wayang tak mengenal tobat. Meskipun karena ulahnya sesosok wayang terpaksa bunuh diri, dia tak juga menyesal. Yang ada di kalbunya cuma satu, rasa penasaran. Kenapa gagal persunting Dewi Widowati titisan Dewi Sri, dewanya padi itu? Padahal seandainya berhasil menguasai titisan Dewi Sri sebagai tumbal, niscaya harga pupuk bisa ditekan, sehingga kesejahteraan petani ditasakan sampai negeri Ngalengkadiraja.

Sambil mengendarai sedan Puspaka yang penyok-penyok karena dilempari batu oleh wayang-wayang Wukir Lokapala, Dasamuka melanjutkan perjalanan pulang lewat tol Cipali. Lho kenapa jalan darat saja, bukankah Dasamuka bisa terbang solo? Bisa sih sebetulnya. Tapi mau terbang solo mau terbang jogja, jika izin terbangnya digronded Kahyangan, bisa apa? Lagi pula dia penasaran, seperti apa kehebatan infrastruktur negara tetangga ini, kok jalan tol dibangun di mana-mana, sampai Sultan Yogya yang semula menolak, akhirnya jadi setuju juga.

“Tapi kabarnya harus melintas di atas Selokan Mataram, ya Bos?,” ajudan Kala Marica bertanya.

“Bagus itu, nanti kapan-kapan Ngalengka juga mau bikin.” Kata Dasamuka sok-sokan. Dia pikir bikin jalan tol seperti  bikin martabak telor saja.

Sekeluar pintu tol Brexit di Brebes, mobil Dasamuka dicegat lelaki berjubah kumal dan pakai anting-anting sebelah macam artis mileneal. Katanya, ingin numpang sampai Cilongok (Banyumas). Dia mengaku bernama Begawan Maruta punya keahlian sebagai paranor­mal. Tebak apa saja bisa, kecuali hasil Pilpres di Indonesia. Sebab jika tebakannya tepat, takut di-power suply atau malah power window oleh pihak yang kalah.

Raja yang baru broken heart itu mengizinkan sang begawan turut serta. Sepanjang perjalanan Dasamuka terus saja terbayang-bayang wajah Dewi Widowati almarhumah. Sesuai dengan pakar keilmuannya, Begawan Maruta pun ditanya panjang lebar tentang reinkarnasi. Kepada siapa kira- kira Widowati akan menitis ke dunia?

- Advertisement -