Gabung dengan Dompet Dhuafa, Dokter Anisa Kisahkan Pengalaman Terjun Tangani Gempa Lombok

16 views
- Advertisement -

LOMBOK – Sejak bergabung sebagai tim medis untuk bantuan dari peristiwa Gempa Bumi Lombok, tahun lalu bersama Dompet Dhuafa,  dokter dan relawan perempuan, Annisa Rahmani (25), memiliki pengalaman berkesan dalam masa tugas yang masih diingatnya hingga saat ini.

“Kami kaget, puskesmas kan hancur, bidan juga tidak ada. Sore itu tim medis masih melakukan pelayanan kesehatan, tiba-tiba di depan mata ada seorang ibu yang ingin melahirkan. Kalau tidak ditolong lebih bahaya,” terang Annisa.

Kegiatan Aksi Layanan Sehat (ALS) menangani rata-rata 200 pasien perhari, memasuki daerah Bayan yang aksesnya sulit dan jembatannya putus. Semua itu ia lewati bersama tim medis lainnya. Bahkan kedapatan membantu persalinan dalam kondisi pasca gempa di wilayah terdampak parah yaitu Kabupaten Lombok Utara.

“Tidak pernah terbayang kami membantu proses bersalin di dalam tenda dengan kondisi dan fasilitas emergency kit seadanya. Namun Allah mudahkan sang ibu melahirkan secara normal. Sampai sekarang ia dan anaknya masih sehat. Bahkan sekarang kalau kami datang lagi ke lokasi itu dan melihat mereka, tidak menyangka waktu itu berhasil,” jelasnya, dilansir laman dompetdhuafa.org.

Sebelumnya, berkegiatan dalam organisasi kerelawanan, sudah tidak asing dilakukan perempuan asal Mataram tersebut sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. Jiwa sosialnya telah terbangun sejak dini oleh penerapan lingkungan terdekat, yakni orang tua.

Bahkan Annisa mengaku bahwa sebelumnya ia tidak pernah terpikir akan menjadi seorang dokter.

Menurutnya, selain tugas yang wajib, ada banyak hal yang bisa tetap ia lakukan. Kontribusinya kini sebagai seorang dokter, namun juga melakukan perjalanan ke daerah-daerah yang ternyata butuh pertolongan lebih, bersamaan dengan peristiwa tertentu. Tentu menjadi proses Annisa untuk menyatukan karir dan hobinya yang bermanfaat.

- Advertisement -