PENDAWA GAPLE

119 views
Patih Sengkuni membujuk Puntadewa untuk bermain judi pakai gaple.
- Advertisement -

BERKAT pinjaman Bank Dunia yang berbunga nol persen, keluarga Pendawa berhasil mendirikan negri Ngamarta. Meski gagal memiliki negri Ngastina akibat kecurangan trio Ngastina Destarata –Sengkuni – Duryudana, hal itu tak menjadikan keluarga Pandawa miskin dan layak terima bantuan asing dan Aseng. Dengan kemampuan Puntadewa beserta ke-4 adiknya mereka sukses menjadikan kerajaan baru Ngamarta maju pesat. Mengapa demikian, karena Pendawa Lima bekerja bebas dari semangat korupsi dan motonya: kerja, kerja, kerja!

Menyambut miladnya yang ke-10 negeri itu Pandawa mengundang keluarga Kurawa berikut jajarannnya untuk sekedar kumpul-kumpul mangan enak. Ternyata Prabu Duryudana dan Patih Sengkuni terkagum-kagum melihat kepiawian Pendawa mengelola Negara. Padahal Ngastina yang berdiri sejak Palasara, hasilnya gini-gini aja. Rakyat tetap hidup miskin, meski tiap tahun telah digelontorkan bereneka subsidi, dari BBM sampai beras. Kalau ada yang makmur, itu hanya para pejabatnya, bahkan ada yang kuasai lahan sampai ribuan hektar.

“Bagaimana dimas Puntadewa kok bisa sejahterakaan rakyat dalam waktu cepat?” Prabu Duryudana mencoba konsultasi.

“Kita menolong rakyat dengan iklas, tanpa pertimbangan elektabilitas, apa lagi pengin mbathi. Di sini pejabat nakal langsung kirim ke Nusakambangan,” kata Puntadewa sambil telunjuk tangan kanannya ke arah barat daya. Maksudnya letak Pulo Nusakambangan.

Prabu Duryudana melirik Sengkuni, dan wrangka dalem (patih) Ngastina itu merah padam mukanya. Tapi dengan cepat dia bisa menguasai keadaan. Sengkuni pura-pura tak dengar dan terus menyibukkan diri main WA-nan bersama relasinya.

Sepulang dari studi banding ke Ngamarta, Prabu Duryudana segera menggelar sidang kerajaan terbatas bidang ekonomi, bagaimana caranya mengejar ketinggalan. Selain Patih Sengkuni, hadir pula Pendita Durna dan Kartomarmo. Prabu Baladewa sengaja tak diajak, sebab meski mitra koalisi, dia suka bermain dua kaki. Dan itu telah dicapainya, karena Baladewa juga banyak menikmati fasilitas dari Prabu Duryudana, belum dari kubu Ngamarta.

- Advertisement -