TBM Permata Pelangi Reo, Kilauan Ilmu Anak-Anak Flores

50 views
Acara serah terima motor untuk TBM Permata Pelangi Reo, Ronting dari PTMPM [Mitra Pinastika Mulia]. Foto: Ist
- Advertisement -

RONTING – Bermula dari sharing chat dengan teman-temannya Grace, yang kebanyakan di Amerika Serikat.  Saat itu, ia berpikir menjadikan pertemanannya itu tidak hanya sekedar kongkow. Sebaiknya ada kenang-kenangan yang berarti untuk masyarakat, Flores di mana Grace bertugas. Ia pun mengajak teman-temannya mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Kebetulan sekali, tokoh masyarakat setempat H. Syafrudin bin H. Umar yang akrab dipanggil Abu, juga merindukan sebuah TBM di kampungnya Reo, Manggarai, Flores. Karena di Reo banyak anak-anak dan lansia yang sering berkumpul di kiosnya Abu di setiap sore.

“Akhirnya saya dan teman-teman SD patungan, saat itu terkumpul uang sekitar Rp12,5 juta. Dana tersebut diberikan ke Abu untuk dibuatkan rak buku, beli kipas angin, kursi dll.. Kemudian, untuk buku-buku saya dan teman-teman kumpulkan dari teman-teman yang lain,” ujar Grace kepada KBKNews.id, Ahad (5/5/2019).

Lalu Grace memberi nama TBM tersebut dengan nama TBM Permata Pelangi Reo. Dengan makna filosofinya,  anak-anak adalah permata-permata yang setelah mereka dewasa bagaikan pelangi yang bekerja di berbagai bidang, sedangkan Reo adalah tempat pustaka itu didirikan.

TBM Permata Pelangi Reo resmi berdiri pada tahun 2017, dan sudah dibuatkan akte notaris dan mendapat izin dari Dinas Pendidikan.

Diceritakan Grace, TBM Permata Pelangi Reo menempati pojok kios kecilnya Abu. Dan Abu sangat setia menjaga TBM, yang setiap sore selalu dikunjungi anak-anak, orang dewasa dan kadang guru-guru juga ramai membaca di TBM tersebut.

Karena Abu diamanahi program merestorasi Masjid Al Istiqamah, Ronting, bantuan Dompet Dhuafa,  yang berjarak 12 Km dari Reo. Dengan sendirinya,  Abu tidak bisa lagi menjaga TBM di Reo. Akhirnya TBM pun dipindahkan ke Ronting dan menempati ruang bawah salah satu rumah panggung milik masyarakat.

Bulan lalu, Grace mendapat panggilan telepon dari Direktur Corcom MPM [Mitra Pinastika Mulia], mereka ternyata sudah melihat rekam jejak-kegiatan Grace di Flores dalam mendirikan TBM ini, mereka pun tersentuh dan menyumbangkan 2 motor untuk mendukung operasional pustaka keliling tersebut.

Dikatakan Grace, kehadiran motor Pustaka Keliling ini sangat bermanfaat sekali, karena kini yang mendapat kesempatan membaca buku dari TBM Permata Pelangi Reo tidak saja warga Reo dan Ronting, namun masyarakat di gunung-gunung yang tidak mampu turun ke Reo atau Ronting pun sudah bisa menikmati membaca buku di waktu-waktu tertentu ketika dikunjungi motor pustaka ini.

“Dengan adanya motor, kami jemput bola, seminggu sekali kami datang ke kampung-kampung di gunung,” terang Grace.

Namun kata Grace, mobilenya motor pustaka ini tergantung juga pada keuangan pengelola, karena harus membeli bensin dan operasional lainnya. Untuk sementara TBM dan Motor Pustaka tidak ada petugas khusus dan tidak ada cadangan dana operasional.

“Tidak ada petugas, ini kerja sosial, kadang saya atau Abu atau kalau ada warga yang tergerak, maka kami brangkat. Tidak ada biaya operasional, ini keikhlasan kami saja,” ulas Grace.

Awalnya Grace sempat menolak diberi motor pustaka itu, tapi Ustad Abu melarang. “Kita tidak boleh menolak rejeki, nanti Allah yang akan menyediakan dananya, karena kita ikhlas berkerja untuk masyarakat,” ungkap Abu seperti ditirukan Grace.

Tanggal 30 April 2019 lalu, acara penerimaan motor digelar.  Grace dan Abu membuat acara di Ronting. Alhamdulilah, ternyata betul apa yang dikatakan  Abu, untuk menyukseskan acara itu ada teman yang mengirim uang untuk membiayai operasional acara tersebut.

Setelah berjalan dengan baik, TBM Permata Pelangi Reo ini, Grace menyampaikan kepada Ketua Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi dan Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Ismail A. Said yang sudah merestorai Masjid Al Istiqmah di Ronting, ia berkeinginan mewakafkan TBM ini untuk dikelola oleh Dompet Dhuafa di Ronting

“Sehingga ke depan, rencana Dompet Dhuafa menjadikan Ronting sebagai Kampung Berbasis Pengetahuan bisa terwujud salah satunya melalui Taman Bacaan Masyarakat Permata Pelangi Reo ini,” terang Grace.

Saat ini, ada sekitar 300 judul buku di TBM tersebut dan sebentar lagi menjadi 1.300 Judul Buku. “Masih ada 1.000 judul buku yang sedang dalam perjalanan dikirim oleh teman-teman kantor MPM,” terang Grace.

Kabar baiknya, kata Grace, TBM Permata Pelangi Reo, sudah terdaftar di Program Literasi Indonesia dan di kantor pos. “Sehingga siapa saja bisa gratis kirim buku ke kami, sejumlah 10 kilo setiap bulan setiap tanggal 17,” tutur Grace.

Hanya saja Grace berpesan, jangan dikirim buku paket pelajaran karena kurang diminati dan buku pelajaran di sana selalu berbeda setiap tahun ajarannya.

- Advertisement -