Semangat Belajar Agama di Bulan Ramadhan

56 views
Alnof Dinar, Dai Ambassador Cordofa 2018. Foto:Ist
- Advertisement -

Di bulan Ramadhan sangat positif anak-anak muda mengisi kegiatan dengan ibadah dan menuntut ilmu agama. Karena di bulan Ramadhan kita sedang shaum. Dan saat shaum kondisi rohani kita sangat bagus. Sehingga setiap muslim yang sedang shaum sangat terdorong melakukan kebaikan-kebaikan. Itulah sebabnya selama Ramadhan sangat banyak kita temukan kajian-kajian keilmuan. Lebih marak dibanding di luar Ramadhan.

Untuk anak muda, kesempatan rohani terbaik selama shaum ini sangat positif digunakan untuk menambah pemahaman terhadap ilmu agama, melalui pesantren kilat di masjid-masjid, di pesantren-pesantren, di kampus-kampus, atau di tempat lainnya. Tidak harus di masjid saja atau di pesantren saja.

Namun, sebelum memulai belajar, anak muda mesti membuat prioritas ilmu apa yang akan digali selama Ramadhan? Saya punya pandangan, waktu Ramadhan yang hanya 1 bulan sangat baik jika diprioritaskan untuk mempelajari pengetahuan dalam melaksanakan hal-hal fardhu ‘ain bagi setiap muslim. Seperti seorang muslim mesti shalat dan untuk shalat dia mesti mengerti thaharah (bersuci). Seorang muslim wajib berpuasa, maka wajib tahu ilmunya. Setiap muslim wajib berzakat, maka wajib tahu ilmunya. Dan masih banyak perkara fardhu ‘ain lainnya. Saya pikir tidak perlu banyak-banyak yang dikaji tapi pastikan saja dulu penguasaan kita terhadap hal-hal fardhu ‘ain dan pengetahuan dasar agama lainnya.

Selain mempelajari hal-hal fardhu ‘ain, prioritas kedua, anak muda sebaiknya mempelajari keyakinan-keyakinan paling dasar dalam islam yang menjadi rukun iman dalam agama melalui ilmu tauhid. Terutama beriman kepada Allah, kepada hari kiamat, kepada qadha dan qadar yang baik dan yang buruk yang datang dari Allah. Hari ini banyak kita temukan orang-orang yang stress dengan kehidupan yang dijalaninya, itu karena kurang kenal dengan Allah, tidak paham hakikat kehidupan di dunia ini dan setelah wafat nanti serta tidak paham bagaimana hakikat perbuatan manusia dan kaitannya dengan qadha’ dan qadar. Tidak mesti mempelajari perdebatan-perdebatan mendalam di dalam ilmu tauhid, cukup tahu keyakinan-keyakinan dasar saja.

- Advertisement -