Kisah Penjual Popcorn di Pakistan yang Mampu Buat Pesawat

25 views
Fayyaz dan pesawat yang dibuatnya/ AFP
- Advertisement -

PAKISTAN – Seorang penjual pop corn di Pakistan mampu membuat pesawat sendiri, ditengah  jutaan warga Pakistan tidak memiliki akses pendidikan yang baik.

Namun karena perjuangan dan usahanya, dia mampu membuat pesawat, yang mesinnya terbuat dari alat pemotong aspal, sayapnya dari karung goni, dan roda-rodanya diambil dari roda becak.

Dia adalah, Muhammad Fayyaz yang sangat bangga karena berkesempatan melahirkan sesuatu yang tidak dia duga.

“Saya benar-benar mengangkasa di udara. Saya tidak bisa merasakan lainnya,”  kata Fayyaz menceritakan penerbangan pertama dengan menggunakan pesawat yang dia bangun hanya dengan menonton tayangan TV, sebagaimana dilaporkan AFP.

Fayyaz mengungkapkan, perwakilan dari Angkatan Udara Pakistan sudah berkali-kali mengunjunginya dan bahkan mengeluarkan sertifikat untuk memuji hasil karyanya.

Sejak kecil, dia bercerita  bermimpi untuk bergabung dengan Angkatan Udara. Namun ketika ayahnya meninggal, dia harus berhenti sekolah saat kelas delapan dan bekerja serabutan untuk menghidupi ibu dan kelima saudaranya yang lebih muda.

Saat dewasa, mimpinya untuk terbang tidak pupus. Dia kemudian bertaruh untuk mimpi baru dan menggunakan semua yang dia miliki untuk menciptakan karyanya.

Siang hari, dia bekerja sebagai penjual berondong jagung. Malam hari, dia bekerja sebagai penjaga keamanan. Dia menabung setiap rupee yang bisa dia sisihkan.

Hal pertama yang harus dia lakukan adalah mengumpulkan informasi. Fayyaz memulai dengan menonton episode Investigasi Kecelakaan Udara dari National Geographic untuk mendapatkan informasi mengenai daya dorong, tekanan udara, daya putar, dan tenaga penggerak.

Akses internet yang murah di kota tetangga membantu mengisi kekurangan. Fayyaz mengklaim dia menyambung cetak biru yang dia temukan online untuk ciptaannya.

Dia juga menjual sebagian lahan milik keluarga dan mengambil pinjaman sejumlah 50 ribu rupee atau sekitar Rp 10,3 juta dari sebuah lembaga simpan pinjam, dan dengan kreatif memanfaatkan dana minim itu. Membeli karung goni dari grosir dan membujuk seorang karyawan bengkel, yang melihatnya mencari bahan-bahan, untuk membuatkannya baling-baling.

- Advertisement -