Pak De, Pegiat Dakwah Timor Leste Bertangan Dingin

1.441 views
Pak De (kanan) dan Ustad Fauzan Dai Ambbasador di Timor Leste.
- Advertisement -

Pak De, begitu panggilannya. Kebenciannya pada Indonesia sangat mengakar kuat. Dia ikut dalam perjuangan Fretilin demi membebaskan Timor Leste dari Indonesia. Namun pertemuannya dengan teman yang berasal dari Padang dan Dai dari Lamongan mengubah pemikirannya 360 derajat. Ia mengucapkan syahadat dan langsung berhijrah menuju Jawa.

“Dulu Pak De sangat benci orang Indonesia, Nak. Pak De bahkan menghasut orang-orang yang bisa Pak De pengaruhi agar menyerang dan memusuhi orang Indonesia. Pak De galang kekuatan bersama Fretelin untuk melampiaskan kebencian Pak De. Tapi semua itu berubah karena orang Indonesia juga.” Ujar Jose Angelo yang kini dipanggil Pak De dengan mata berkaca-kaca mengenang masa lalunya.

Yayasan Taman Pengetahuan menjadi pilihannya. Ia mulai belajar Islam dari dasar. Tidak peduli umurnya. Saat itu Pak De sudah 28 tahun. Sudah menikah dan memiliki anak. Semua Pak De tinggalkan karena Islam.

Pak De belajar bersungguh-sungguh. Dalam masa satu tahun, Pak De mampu membaca al-Qur’an dengan baik. Tahun 1982 sampai tahun1990 adalah masa dia menjadi santri. Sepulang dari Jawa, Pak De langsung diangkat menjadi salah satu pengurus partai Islam pada saat itu, bahkan dipercaya menjadi Wakil Ketua ICMI Dili.

Kiprahnya dalam perjuangan islam di Timor Leste luar biasa. Banyak penduduk Timor Leste menjadi muallaf karena berdialog dengan Beliau.Tidak jarang yang menangis, bahkan rela pindah rumah dan meninggalkan keluarga demi belajar islam.

Pak De sudah merawat ratusan muallaf dan mendidik mereka agar menjadi “orang”. Banyak orang Timor Leste menjadi Ustadz, Imam masjid, guru, dan pegiat dakwah hasil tangan dingin Beliau.

Saat ini sebanyak 42 binaan berada di panti Beliau. Bukan panti asuhan, namun panti para muallaf yang meninggalkan kampung halaman mereka karena islam. Mulai dari anak-anak berusia 7 tahun sampai orang dewasa dirawat dan disekolahkan di dekat mesjid An Noor, tidak jauh dari rumah Beliau.

- Advertisement -