Harap-harap Cemas Jelang 22 Mei

114 views
Rakyat dengan harap-harap cemas menanti hasil pengumuman resmi Pemilu 2019 pada 22 Mei nanti. Selain mendapatkan pemimpin yang jujur dan amanah, rakyat juga berarap suasana damai dan rakyat RI tetap bersatu.(Ilustrasi: Tirto.id)
- Advertisement -

BANGSA Indonesia sedang harap-harap cemas berada di penghujung penantian pengumuman resmi hasil Pemilu 2019 terutama mengenai pasangan calon presiden dan wakil presiden, Rabu 22 Mei.

Selain presiden dan wapres untuk periode 2019 – 2024, pemilu serentak 2019 juga memilih 560 anggota DPR-RI, 136 anggota DPD dan 19.817 anggota DPRD dari masing-masing 34 pemprov dan 416 pemkab  dan pemerintah kota.

Tensi politik terus  memanas sejak dimulainya kampanye Pemilu 2019 pada 23 Sep. 2018 hingga 13 April 2019  diwarnai kampanye yang sering tidak mendidik, menebar ujaran kebencian, isu SARA, hoaks atau lontaran asal “bunyi”, bahkan membabi-buta membela paslonnya.

Usai, hari “H” pemungutan suara, 17 April, alih-alih mereda, suhu politik malah terus memanas lagi, karena paslon Prabowo Subianto – Sandiaga Uno menganggap telah terjadi kecuragan secara terstruktur, sistematik dan masif (TSM) dalam penghitungan suara.

Prabowo, didukung mitra koalisi, terutama Ketua Dewan Kehormatan PAN Amin Rais cs. pun langsung mendeklarasikan kemenangan  dengan peroleh 62 persen suara, kemudian direvisi menjadi 54 persen melalui penghitungan cepat yang dilakukan oleh tim survei internal mereka.

Seruan dan narasi untuk menolak hasil penghitungan suara KPU yang dianggap penuh kecurangan ke Mahkamah Konstitusi sesuai peraturan terus dikobarkan oleh paslon Prabowo-Uno.

Rencana turun ke jalan, menggelar aksi people power untuk menolak penghitungan suara oleh KPU pada hari “H” pengumuman resmi perhitungan suara pada 22 Mei, masih belum berubah walau sejumlah mitra koalisi, bahkan cawapres Uno juga sudah mengakui, tidak terjadi kecurangan secara TSM jalannya penghitungan suara.

Sebaliknya paslon Joko Widodo – Ma’ruf Amin berdasarkan hasil perhitungan cepat sejumlah pensurvei terdaftar, memenangi pilpres dengan kisaran perolehan 54 – 56 persen suara, sedangkan lawannya antara 44 hingga 46 persen.

- Advertisement -