Yaman Semakin Terjerumus Dalam Konflik

371 views
Yaman yang dilanda perang saudara lebih empat tahun, kini dijadikan proksi atau perpanjangan tangan Iran melawan Arab Saudi. Yang menjadi korban tentu rakyatnya.
- Advertisement -

YAMAN yang dilanda perang saudara sejak lebih empat tahun lalu, semakin terpuruk akibat posisi salah satu pihak yang bertikai, milisi Houthi yang menjadi bagian perang proksi Iran melawan Arab Saudi.

Dalam beberapa hari terakhir ini, kubu Houthi melancarkan serangan dengan pesawat nirawak (drone) Qaef2K buatan Iran ke bandar udara Arab Saudi, 840 Km dari kota Riyadh, berbatasan dengan Yaman yang juga diduga digunakan sebagai pangkalan intelijen AS.

Peristiwa itu bertepatan dengan meningkatnya tensi relasi AS dan Iran pasca penarikan diri AS dalam kesepakatan program nuklir Iran yang ditandatangani enam negara (AS, China, Jerman, Inggeris, Perancis, Rusia dan Iran) sendiri atau disebut “enam + 1”.

Penarikan diri AS itu dibarengi berlanjutnya sanksi embargo ekonomi terhadap Iran dan juga pencabutan dispensasi larangan bagi negara-negara mitra AS di Eropa untuk mengimpor minyak dari Iran.

Sebaliknya, Iran mengancam akan meneruskan program nuklirnya, dengan alasan untuk pembangkit  tenaga listrik, bukan untuk membuat bom nuklir dan mengultimatum negara-negara UE untuk tidak mematuhi seruan AS itu.

Konflik Yaman antara milisi Houthi dukungan Iran melawan loyalis  mantan Presiden Abdurrabuh Mansour Hadi yang didukung koalisi Saudi dan UEA telah merengut 10 ribu nyawa  menyebabkan lebih sepertiga dari 29 juta rakyat terancam kelaparan.

Saat ini Houthi diduga memperoleh bantuan persenjataan dan membela atau berpihaka pada kepentingan Iran sehingga tekanan yang diberlakukan AS terhadap Iran memperberat krisis kemanusiaan yang terjadi di negeri itu.

Jika kelompok elite lebih mementingkan panggung politik atau menjadi perpanjangan tangan negara lain, rakyat lah korbannya.

Fakta itu yang agaknya terjadi di Yaman. (AP/AFP/ns)

 

 

 

 

- Advertisement -