BPBD Ungkap Dugaan Banjir Bandang Lebak Diakibatkan Illegal Logging di Hutan Halimun

13 views
Ilustrasi banjir di Lebak
- Advertisement -

BANTEN – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi, menuturkan banjir bandang yang menimpa empat Kecamatan di Kabupaten Lebak pada Rabu (26/5/2019) lalu diduga kuat terjadi karena maraknya illegal logging yang terjadi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

“Hulu sungai Citopo yang meluapkan sungai Sungai Cibeurih, Cilaki dan anak Sungai Ciberang itu ada di kawasan hutan. Penebangan ini yang mungkin menyebabkan adanya banjir Bandang,” ucap Kaprawi, Ahad, (26/5/2019), dilansir Republika.co.id.

Menurutnya pada Rabu sore kala itu ada tiga sungai meluap dan menerjang permukiman warga di empat kecamatan yaitu Sajira, Muncang, Sobang, dan Cimarga.

Adapun daerah terparah yang terdampak banjir adalah di Kecamatan Sajira karena memang sebagian besar warganya tinggal di bantaran sungai Cibeurih.

Lanjutnya dirinya mengaku sudah bersurat kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) agar mengecek kondisi hutan Halimun yang merupakan daerah resapan dan konservasi supaya kejadian bencana banjir bansang ini tidak lagi terulang.

Sementara itu Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten mengaku bekum mendapat laporan penggundulan hutan yang ada di Gunung Halimun. Namun jika pun ada pwnebangan hutan, dirinya meyakinkan bahwa itu merupakan illegal logging.

 

- Advertisement -