Thailand: Kubu Junta Militer Masih Solid

43 views
Jenderal Prayuth Chan-ocha yang memimpin kudeta menggulingkan PM Yingluck Shinawatra pada 2014 kemungkinan akan menjadi PM lagi untuk periode lima tahun mendatang.
- Advertisement -

PEMIMPIN junta militer 2014 Thailand, Jenderal Prayuth Chanocha didukung Partai Palang Pracharat agaknya masih bakal menduduki kursi perdana menteri untuk lima tahun ke depan jika dua parpol lagi bersedia berkoalisi.

Ajakan untuk bergabung telah disampaikan Palang Pracharat yang pro militer kepada Partai Demokrat dan Bumjaithai dari kelompok oposisi di Front Demokrasi yang mencoba menghadang kepemimpinan Chanocha.

Belum diperoleh hasil negosiasi antara ketiga partai tersebut, sementara Ketua Palang Pracarat, Uttama Savanayana hanya mengakui ia memang mengundang pimpinan kedua partai dan menyadari bahwa masih ada proses internal yang harus dilewati.

Dalam Pemilu Thailand yang digelar Maret lalu, Partai oposisi Pheu Thai yang berafiliasi dengan mantan PM Thaksin Sinawatra meraih jumlah kursi terbanyak di DPR (255), namun koalisi yang dibentuknya di Front Demokrat gagal meraih suara mayoritas di saat-saat terakhir pengumuman hasil perhitungan suara.

Palang Pracarat yang meraih posisi kedua dengan perolehan 115 kursi bakal memiliki kursi mayortas di parlemen jika Partai Demokrat yang mendapatkan 52 kursi dan Bhumjaithai dengan 51 kursi bersedia bergabung.

Namun sejauh ini, belum ada keputusan dari kedua partai untuk membangun kemitraan koalisi dengan Palang Pracarat, kecuali menyebutkan sudah menerima ajakan tersebut, namun masih perlu proses pembahasan secara internal.

Berdasarkan ketentuan baru di negeri gajah putih tersebut, diperlukan minimal 376 dukungan dari seluruhnya 750 kursi di parlemen, sedangkan 250 kursi sudah “diamankan” oleh junta di majelis tinggi (semacam MPR) oleh para senator yang ditunjuk mereka.

Chanocha yang menggulingkan PM Yingluck Shinawatra pada 2014, belum pernah sekalipun menjalankan Pemilu kecuali kerap menebar janji akan menyelenggarakannya dan sjauh ini sudah lima kali rencana Pemilu ditunda.

- Advertisement -