PBB Kecam Serangan Terbaru di Suriah yang Tewaskan Lebih dari 20 Orang

20 views
Ilustrasi/AA
- Advertisement -

SURIAH – PBB mengecam kekuatan dunia karena tidak melakukan apa pun untuk menghentikan pertumpahan darah dan kehancuran terbaru di Suriah.

Lebih dari 20 warga sipil tewas pada Selasa (27/5/2019) ketika pemerintah Suriah melanjutkan pemboman tanpa henti terhadap kubu pemberontak terakhir di barat laut negara itu.

Badan amal medis Perhimpunan Perawatan dan Bantuan Medis (UOSSM) mengatakan sebulan pemboman intensif di wilayah itu dilakukan oleh Suriah dan sekutunya, Rusia, telah menewaskan 229 warga sipil dan melukai 727 lainnya.

Sembilan anak termasuk di antara 21 yang tewas dalam tembakan pemerintah di beberapa kota di provinsi Idlib dan desa tetangga Aleppo pada Selasa, kata pengamat perang Suriah yang berpusat di Inggris.

Tim penyelamat pertahanan sipil yang bekerja di wilayah yang dikuasai oposisi menempatkan jumlah korban jiwa di 24.

PBB mengatakan sekitar 200.000 orang kini telah meninggalkan wilayah itu demi keselamatan.

Wakil kepala kemanusiaan PBB dilansir Aljazeera memperingatkan operasi militer lebih lanjut di barat laut mengancam sekitar tiga juta orang yang terperangkap dalam baku tembak.

Ursula Mueller mengatakan kepada Dewan Keamanan pada hari Selasa bahwa operasi kemanusiaan di banyak daerah di mana ada permusuhan aktif telah ditangguhkan. Dia mengatakan itu termasuk layanan yang sebelumnya mendukung sekitar 600.000 orang.

Mueller, pejabat urusan kemanusiaan utama Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengecam Dewan Keamanan untuk sejarah kelambanan di Suriah, mempertanyakan apa yang akan dilakukan untuk mencegah bencana lain, kali ini di barat laut.

“Tidak bisakah dewan ini mengambil tindakan konkret ketika serangan terhadap sekolah dan rumah sakit telah menjadi taktik perang yang tidak lagi memicu kemarahan? Apakah tidak ada yang bisa dikatakan atau dilakukan ketika bom barel sembarangan dijatuhkan di wilayah sipil?” tanya Mueller.

- Advertisement -