Friksi antarArab Makin Melebar

711 views
Raja Arab Saudi Salman bin Abdul-Aziz al;-Saud (kiri) sedang menerima tamu-tamunya. Mekkah menjadi tuan rumah KTT Rabithah Islam, OKI, GCC dan Liga Arab pekan lalu ( 27 Mei - 1 Juni)
- Advertisement -

TIDAK tanggung-tanggung, empat pertemuan tingkat tinggi digelar di kota suci Mekkah, pekan lalu, namun hasilnya, alih-alih menyatukan, malah memperjelas kubu-kubu diantara negara-negara Arab.

KTT Rabithah Dunia Islam diselenggarakan 27-28 Mei, KTT Liga Arab dan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) pada 30 Mei dan kemudian KTT Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada 31 Mei dan 1 Juni.Emir Qatar Emir Sheikh Tamim bin Talal, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serta Presiden Iran Hassan Raouhani tidak hadir dalam tiga pertemuan penting tersebut yakni KTT Liga Arab, GCC dan OKI.

Qatar, Turki dan Iran memang berseberangan dengan poros Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir termasuk dalam aksi blokade terhadap Qatar sejak Oktober 2017 karena dituduh sebagai sarang teroris.

Tiga pertemuan darurat tersebut digelar sehubungan dengan memanasnya situasi di Teluk Parsi akibat insiden penyerangan terhadap empat kapal tanker termasuk milik Arab Saudi pekan lalu.

Namun Qatar keberatan atas hasil KTT darurat di Mekkah yang menyuarakan sikap keras terhadap Iran dalam pertemuan darurat negara-negara Arab dan Islam yang diselenggarakan oleh Arab Saudi itu.

“Kecaman atas Iran tidak merujuk pada kebijakan moderat untuk berdialog dengan Teheran,” kata Menlu Qatar Sheikh Moh.bin Abdulrahman Al Thani kepada Al Jazeera.

Menurut Al Thani, KTT Mekkah mengadopsi kebijakan Washington terhadap Iran, bukannya mempertimbangkan situasi di Teluk dan ia mempertanyakan persatuan yang digembar-gemborkan, karena Qatar sendiri masih diblokade oleh Arab Saudi, Mesir, UEA dan Bahrain.

Tiga Poros
Intinya, negara-negara Arab dalam geopolitik Timur Tengah terbelah tiga yakni poros Saudi, Bahrain, Mesir dan UEA, poros Turki – Qatar dan poros aliran Syiah Iran beserta para loyalisnya.

- Advertisement -