“PDKT” Dua Pemimpin Negara Beruang

160 views
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Rabu (5/6). Lawatan Xi diperkirakan mengawali dihidupkannya kembali kemitraan strategis kedua negara komunis adidaya itu.
- Advertisement -

PRESIDEN China Xi Jinping bertolak ke Rusia, Rabu (5/6) untuk menemui mitranya, Presiden Rusia Vladimir Putin dalam lawatan yang dinilai sebagai upaya merintis kemitraan strategis antarkedua negara.

“PDKT” yang dilakukan Xi tentu sangat bermakna karena dilakukan di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan China dan dari sisi keamanan terjadinya ketegangan antara AS dengan Iran.

China butuh mitra strategis di sektor ekonomi dan perdagangan untuk melawan AS, begitu pula Rusia yang diisolasi oleh Barat akibat aksi sepihak mencaplok wilayah Krimea dari Ukraina pada 2014 memerlukan dukungan mitra dari negara di bagian dunia lainnya.

Penasehat Kebijakan LN Presiden Putin, Yury Ushakov mengemukakan, China dan Rusia memiliki kepercayaan politik timbal balik yang solid dan saling mendukung menghadapi berbagai persoalan menyangkut kepentingan dan keprihatinan utama kedua pihak.

“Kunjungan Xi merupakan peristiwa penting bagi hubungan bilateral kedua negara, “ tutur Ushakov . Xi dan Putin akan menandatangani deklarasi baru tentang kemitraan global dan kerja sama strategis untuk memasuki era baru.

Di bidang militer, hubungan Rusia dan China cukup erat, tercermin a.l. dari keterlibatan 3.000 tentara China dalam latihan gabungan militer yang digelar Rusia dengan mengerahkan 300 ribu pasukannya pada September 2018.

Hubungan Soviet yang kemudian kemudian berganti dengan Rusia yang termasuk 16 negara sempalannya dengan China (RRC) mengalami pasang surut.

Soviet dan RRC, dua negara berpaham komunis terbesar di dunia, mengumumkan penandatanganan kerjasama pertahanan dan sejumlah isu strategis pada 15 Februari 1950. Salah satu poin utama kerjasama adalah kucuran dana bantuan Rusia pada China lebih dari Rp4 triliun.

Imbal baliknya, Soviet meminta RRC memberikan konsensi khusus untuk kembali membangun jaringan rel KA di kawasan Manchuria yang menghubungkan kota Dairen dan Port Arhur di pesisir Selat Bering.

- Advertisement -