Ayo Masuk Islam, Pak Yoon!

79 views
- Advertisement -

“Saya sudah lama mau mentraktir Ustadz, tapi masih puasa. Jadi saya malu. Makanya setelah shalat Idul Fitri ini saya langsung ajak Ustadz makan.” Begitulah yang disampaikan Kitae Yoon ketika lebaran kemarin mengajak kami makan menu khas Korea.

Pak Yoon, begitu biasa saya panggil, bukan orang biasa. Dia polisi dengan jabatan cukup strategis, Divisi Hubungan Luar Negeri. Lebih istimewa lagi, Pak Yoon lancar berbahasa Indonesia.

Pak Yoon pernah dua tahun tinggal di Palangkaraya, Kalteng, menjadi pelatih Taekwondo Daerah. Karena itu ketika melihat profil saya yang pernah safari Ramadhan di Palangkaraya, dia tertarik sekali ingin bertemu saya.

“Sejak kemarin dia nanyain Ustadz terus. Kapan Ustadznya datang?” Begitu cerita Mas Syam Azzam, ketua Takmir Masjid At-Taqwa Cheonan, di hari pertama saya datang ke Korea.

Pak Yoon bukan Muslim, tapi baik sekali dengan kami masyarakat Muslim Indonesia. Setiap shalat Jumat dia selalu datang ke Masjid At-Taqwa walau cuma sekedar duduk mendengar ceramah. Pak Yoon juga banyak membantu keberlangsungan kegiatan Masjid At-Taqwa. Jika ada tetangga kanan-kiri masjid yang menggangu atau protes dengan kegiatan masjid kami, biasanya kami akan mengadukannya ke Pak Yoon. Nanti Pak Yoon yang akan memahamkan kepada mereka.

Di hati Pak Yoon sudah ada benih-benih Islam walaupun dia mengaku tidak beragama alias atheis. Keramahannya, kebaikannya, dan suka membantunya, adalah titik-titik cahaya keimanan jika mau dinyalakan. Pak Yoon bahkan sudah cukup lancar berbicara “Allahu akbar”, “Alhamdulillah”, dan “Insyallah”.

Masjid At Taqwa diinisiasi dan dikelola oleh WNI di Cheonan Korea Selatan

“Ayolah bersyahadat, Pak Yoon,” suatu hari saya ajak dia masuk Islam dengan gaya bercanda.
Sambil menyeringai dia menjawab, “Saya masih mempejari agama-agama.”

- Advertisement -