Sopir Malah Bayar THR

33 views
Atap bis pun dinaiki, tak peduli akan bahaya yang mengintai. Begitu kejepit jembatan, sopir yang disalahkan.
- Advertisement -

OKI (30), sopir bis Mayasari Bakti Transjabodetabek, mungkin menjadi lelaki paling malang se DKI Jakarta di Lebaran 1440 H ini. Mestinya dapat THR dari perusahaan, justru harus kasih “THR” Rp 1,2 juta pada perusahaan. Pasalnya, dia dianggap lalai, mengijinkan anak muda naik ke atas bis, sampai kemudian terjepit underpass. Padahal sopir itu sekedar korban pembajakan bis yang dikemudikannya, tapi kenapa malah dikorbankan perusahaan. Di mana logika dan akal sehatnya?

Para Gubernur DKI sebelum Anies Baswedan, selalu melarang takbir keliling Ibukota termasuk juga SOTR (Saur On The Road). Sejumlah Pemda juga bersikap sama. Sebab di banyak kejadian, justru menimbulkan bentrok antar kelompok dengan jatuh korban. Soalnya syiar agama menjadi yang kedua, apa lagi ketika didomplengi sekelompok yang tujuannya sekedar mau bikin onar.

Tapi Gubernur DKI yang sekarang, Anies Baswedan emang beda! Pada malam Lebaran 1440 H kemarin, dia justru mengizinkan takbir keliling ibukota dengan alasannya melestarikan tradisi. MUI kan juga tidak melarangnya. Dan yang penting, bahagia warganya, tak peduli ketenangan terganggu karenanya.

Paling afdol, takbiran mengagungkan asma Allah Swt ya di mesjid. Takbir-tahmid yang diiringi bedug bertalu-talu memang indah terdengar. Tapi takbiran keliling kota? Takbiran secara berkeliling asalkan masih dalam lingkup kampung,  masih aman. Tapi ketika sudah merambah antar kecamatan apa lagi keliling Ibukota, ini sangat rawan terjadinya bentrokan.

Apa lacur, pada malam takbiran kemarin, benar-benar terjadi bentrok di Sawah Besar, dengan korban seorang kena bacok. Paling tragis terjadi beberapa jam sebelumnya. Di underpass Tanah Abang, sejumlah pemuda yang naik di atap bis Mayasari Bakti Transjabodetabek, terjepit. Untung saja tidak sampai terjadi korban. Ketika kejadian itu masuk medsos, menjadi viral.

- Advertisement -