Jepang Coba Tengahi AS dan Iran

20 views
PM Abe, memulai lawatan ke Iran, Rabu (12/6) untuk mengupayakan media ketegangan hubungan AS dan Iran.
- Advertisement -

JEPANG yang dibatasi konstitusinya di bidang militer sehingga angkatan bersenjatanya hanya berstatus Pasukan Bela Diri (Japan Defence Forces – JDF ) mulai proaktif mengupayakan perdamaian dunia.

PM Jepang Shinzo Abe bertemu dengan Presiden Iran Hassan Raouhani dalam lawatannya di Teheran, Rabu ini (12/6) dalam upaya mendorong Iran, sebagai salah satu kekuatan di kawasan Timur Tengah untuk ikut meredakan ketegangan.

AS dan Iran saling ancam dan berada diambang peperangan sejak beberapa pekan ini pasca pengunduran diri sepihak AS dari perjanjian kesepakatan nuklir Iran dengan Jerman, Inggeris, Perancis, China dan Rusia (JCPOA) yang ditandatangani 2015 lalu.

Sebaliknya, Iran sejauh ini masih memberikan tenggat waktu hingga July 2019 bagi parapihak di JCPOA untuk melanjutkan kesepakatan, jika tidak, Iran juga mengancam akan keluar dan kembali melanjutkan program nuklirnya.

Berdasarkan JCPOA, Iran hanya boleh memprodusi 130 ton air berat dan 202 Kg uranium yang belum diperkaya, sementara kelebihan cadangan harus diekspor ke negara lain yang sudah disepakati. Pengayaan uranium hanya diizinkan 3,67 persen atau jauh di bawah keperluan pembuatan bom.

Iran selain mengancam akan melanjutkan program nuklirnya, juga menyiapkan kekuatan militernya menghadapi AS, sebaliknya AS juga sudah mengirimkan kapal induk dan sejumlah pembom B-52 dan marinir untuk merapat ke Teluk Parsi.

Peneliti asal Jepang di Wilson Centre, Washington, Toshihiro Nakayama menilai, hubungan pribadi PM Abe dengan Presiden AS Donald Trump ikut mendorong langkah penting baginya menjadi pengantar pesan untuk meredakan ketegangan hubungan AS dan Iran.

Agenda lawatan Abe ke Iran diumumkan beberapa hari menjelang kedatangan Presiden Trump ke Jepang akhir Mei lalu yang kemudian juga mendukung upaya Abe menjadi penengah antara AS dan Iran.
Jepang sebenarnya juga berkepentingan atas stabilitas kawasan terutama Iran yang menjadi pemasok minyak utama dan hanya karena hubungan baiknya dengan AS, dikecualikan atas sanksi ekspor minyak Iran yang dikenakan oleh AS.

- Advertisement -