Wilayah Rawan Kekeringan di Ngawi Meluas jadi 45 Desa

16 views
Ilustrasi Bantuan Air Bersih untuk warga Sragen. Foto:KRJogja
- Advertisement -

NGAWI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, memetakan wilayah setempat yang rawan mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun 2019 meluas dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi, Teguh Puryadi, mengatakan pada tahun 2018 terdapat 30 desa di Ngawi yang terdampak kekeringan, tetapi tahun ini diperkirakan bertambah menjadi 45 desa.

Menurut dia, 15 desa yang terpetakan baru terdampak kekeringan di tahun 2019 itu tersebar di tujuh kecamatan. Paling banyak di wilayah Kecamatan Pitu, yakni empat desa.

Sementara, 30 desa terdampak kekeringan tahun 2018 tersebar di delapan kecamatan. Jumlah tersebut sesuai data desa yang menerima bantuan air bersih dari Pemprov Jatim.

“Tahun ini ada tambahan 15 desa yang diusulkan mendapatkan bantuan pengiriman air bersih dari Pemprov Jatim,” kata dia, dilansir Antara.

Menurut dia, sejumlah wilayah di Ngawi saat ini sudah masuk musim kemarau. Bahkan, sejumlah desa telah mengajukan bantuan air bersih ke BPBD karena sumber-sumber air warga telah mengering.

Di antaranya desa yang telah mengajukan bantuan air bersih adalah Desa Pelanglor di Kecamatan Kedunggalar. Dimana Desa Pelanglor tersebut telah dimasukkan ke tambahan 15 desa yang mengalami krisis air bersih tahun 2019.

 

- Advertisement -