Kelainan Otot Syaraf, Fauzan Butuh ‘Malaikat’ Penolong

475 views
Fauzan Husna Sumarna, 15 th. Foto:Ist
- Advertisement -

BANDUNG – Fauzan Husna Sumarna, (15), hanya bisa tergolek meskipun ia sedang asyik bercanda dengan ketiga adiknya. Kalau hendak duduk, Fauzan harus diganjal pakai bantal agar tak terjatuh.

Anak pertama dari 4 bersaudara ini didiagnosa kelainan otot syaraf. Ia terdeteksi mengalami penyakit itu sejak umur 8 tahun. Sebelumnya ia normal-normal saja seperti anak-anak lainnya, ia berlari dan melompat ketika senang. Tapi ketika ia berumur 8 tahun, Fauzan menjadi sering jatuh sendiri. Tidak tersentuh pun ia jatuh, terkena angin berhembus pun ia bisa terhempas ke lantai.

Ayahnya Herdin (41) dan ibunya Ida, warga Mekarwangi RT003 RW012, Desa Sariwangi, Gg Bapak Rahmat No.133 Kecamatan Parompong, Bandung Barat ini, tak sanggup menahan hati melihat kondisi anak sulungnya itu. Dengan keterbatasan dana, ia mencoba membawa Fauzan ke RS Hasan Sadikin Bandung. Berulang-ulang ia membawa ke rumah sakit itu dan kondisi Fauzan tak kunjung membaik, sampai suatu ketika, dokter menyatakan mereka sudah berusaha maksimal, tidak ada obat yang cocok untuk Fauzan melalui medis. Dokter menyarankan untuk fisioterapi, dan mencari alternatif di luar medis seperti akupuntur.

Karena keterbatasan dana dan faktor lainnya, orang tua Fauzan malah membawa ke tukang pijat. Tapi kondisi Fauzan kian hari terus memburuk. Akhirnya pengobatan Fauzan pun terhenti. Akibatnya, tubuh Fauzan semakin lama semakin kurus, tangan dan kakinya terus mengecil. Yang tadinya ia bisa berjalan sekarang hanya bisa tergolek lemah di tempat tidur atau kalau mau duduk diganjal dengan bantal.

“Ia masih bisa makan dan bercanda dengan 3 saudaranya yang lain,” ungkap Inri, sumber KBK di Bandung menceritakan kisah Fauzan ini, (14/6/2019) melalui percakapan daring.

Kini, Fauzan butuh ‘malaikat’ penolong, baik untuk membantu berobat maupun membantu keterjaminan gizi dan kebutuhan sehari-hari. Herdin, ayah Fauzan hanya seorang buruh lepas, dan tidak selalu mendapat orderan kerja, ibunya juga hanya seorang ibu rumah tangga yang di rumah saja mengurus Fauzan dann 3 adiknya yang semuanya laki-laki.

Menurut Inri, Fauzan dan keluarganya juga tinggal di rumah yang sangat sederhana. Ia hanya tinggal di rumah satu petak saja. “Alhamdulillah sudah rumah sendiri, walau hanya satu petak,” terang Inri. Anda ingin bantu Fauzan?

Rumah Fauzan. Foto: Ist
- Advertisement -