Warga Hong Kong Cemaskan Ekstradisi

55 views
Sekitar satu juta warga Hong Kong menggelar unjukrasa sejak Minggu lalu (10/6), untuk menolak RUU ekstradisi yang memungkinkan tersangka diadili di China Daratan. Demo berlangsung hingga Kamis, dan akan dilanjutkan Minggu (!6/6)
- Advertisement -

AKSI unjukrasa sekitar sejuta warga Hong Kong berlangsung sejak Minggu (10/5) hingga Kamis malam untuk menolak RUU ekstradisi yang memungkinkan tersangka pelanggar hukum diadili di China daratan.

Bagi para pendukungnya, RUU ekstradisi diperlukan agar Hong Kong tidak dijadikan surga persembunyian bagi buronan asal China daratan, sebaliknya, warga yang menolak menganggap RUU tersebut bisa digunakan oleh China untuk menangkap lawan-lawannya.

Sejauh ini Hong Kong hanya membatasi ekstradisi bagi negara-negara yang memiliki perjanjian timbal-balik atau bagi orang per orang berdasarkan UU yang sudah disahkan sebelum 1997, kecuali dengan China yang dianggap memiliki rekor buruk di bidang hukum dan HAM.

Jubir Kemlu China, Geng Shuang menyatakan, pihaknya jelas mendukung pemerintah Hong Kong dan menentang segala bentuk campurtangan terhadap proses legislasi di sana.

Geng juga mengecam pernyataan berbagai pihak termasuk Uni Eropa yang meminta Pemerintah Hongkong menghormati hak-hak warganya dan mengingatkan agar warga dan aparat menahan diri agar aksi kekerasan seperti yang terjadi MInggu lalu tidak terulang kembali.

Polisi Hongkong bersenjatakan kanon air, gas airmata dan semprotan merica dan peluru karet terlibat bentrok dengan pendemo berseragam hitam-hitam yang sebagian besar terdiri dari warga berusia muda.

Pemerintah China juga menganggap gelombang aksi massa yang digelar sejak akhir pekan lalu tersebut merupakan aksi yang merusak stabilitas Hong Kong dan menyebut massa yang terlibat sebagai perusuh. Tercatat 11 pengunjukrasa ditangkap dan 22 aparat terluka.

Sebaliknya, para pemimpin aksi massa bertekad akan menggelar aksi sama, Minggu depan (16/6) sampai otoritas Hong Kong membatalkan RUU ekstradisi tersebut.

Status Hong Kong saat ini adalah Daerah Administrasi Khusus China setelah sebelumnya menjadi koloni Inggeris berdasarkan Konvensi Peking 1860 setelah Perang Opium,disewa dari 1 Juli 1898 sampai 30 Juni 1997.

- Advertisement -