RAHWANA KRODA

33 views
Dengan pengacara nan cerdik BW, Rahwana berrhasil m enguasai negri Alengka dari tangan Danapati.
- Advertisement -

SETELAH Prabu Sumali udzur memasuki MPP, Resi Wisra-wa diminta menggantikan kedudukannya sebagai raja Ngalengkadiraja. Sayang, menantu Prabu Sumali tersebut tidak merasa sreg dengan jabatan itu, meskipun ada fasilitas rumah dan mobil luks. Dia kemudian malah membaiat putranya sendiri, Danapati, yang menjadi mana­ger di Lokapala untuk memimpin Ngalengkadiraja.

Manajer seharga Rp 50 miliar itu pun pindah ke Ngalengka­diraja. Baru beberapa waktu Danapati melaksanakan program-programnya, Dasamuka mencemburui. Sebab sete-lah dewasa, dia merasa yakin bahwa dirinya yang berhak menjadi raja Ngalengka ketimbang Danapati. Walhasil konglomerat dari Lokapala itu digugat, agar menyerahkan tahta. Berkat pengacara BW (Bayu Wasesa) yang cerdik dari LBH, setelah berulangkali gugatan perdata itu disidangkan, akhirnya perkara dimenangkan oleh Dasamuka. Eksekusi dilaksanakan, Danapati didepak dari Ngalengka dan kembali ke Lokapala kerajaannya semula.

Sebagai raja baru, Dasamuka ternyata menganut nepotisme. Posisi-posisi empuk nan basah diserahkan kepada famili-familinya sendiri. Misalnya, Prahasto yang adik dari ibunya itu diangkat sebagai patih. Apalagi sang paman ini wayangnya nrimo tak banyak cingcong. Dasamuka semakin yakin akan pilihannya. Sebab misalkan raja baru Ngalengka itu banyak melakukan penyelewengan, Prahasto pasti akan dieeeem saja!

“Wah, gue dijadikan patih to ini? Asyik, nggak perlu ngagen gas melon lagi…!” teriak Prahasio lantang sesaat sebelum pelantikan.

‘Tapi gue nggak bisa pidato dan gunting pita, lho!” kata patih baru itu lagi, jujur dan polos.

“Nggak usah kuatir Paman, kan ada ike…!” jawab Dasa­muka.

Ngalengkadiraja dalam pemerintahan Dasamuka  betul-betul amburadul. Korupsi merajalela di mana-mana. Maling-maling yang dipelihara, hampir ada di setiap lembaga pemerintah. Ekonomi berantakan. Harga bulgur sebagai makanan pokok wayang, melonjak tajam. Akibatnya iakyat semakin miskin. Wayang-wayung yang sudah de-mikian gepeng, menjadi semakin gepeng iagi karena tak inampu makan dua kali sehari. Berbagai komisi di DPR Ngalengka sudah minta berulangkali kepada raja, agar nkonomi diperbaiki. Tapi Dasamuka tetap berlagak pilon. Anggaran untuk pembarigunan ekonomi dikesampingkan, |ustru anggaran pertahanan ditingkatkan. Rahwana me-mang ambisi sekali berperang dan ngelar (memperluas) jajahan!

- Advertisement -