Penyelidik PBB Ungkap Ada Bukti Kuat Putra MBS Terlibat Pembunuhan Khashoggi

11 views
Pengunjukrasa mengenakan masker Pangeran Mohammed bin Salman memprotes kasus pembantaian wartawan Arab Saudi Jamal khashoggi 2 Okt. lalu (foto: Al Jazeera)
- Advertisement -

JENEWA – Pakar independen hak asasi manusia PBB yang menyelidiki pembunuhan atas wartawan Saudi, Jamal Khashoggi mengatakan ada bukti kuat jika Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman terlibat dalam pembunuhan itu.

Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi di Luar Proses Hukum, Agnes Callamard, dalam laporan setebal 101 halaman yang dirilis Rabu (19/6/2019) mengatakan, Khashoggi adalah “korban eksekusi yang sengaja direncanakan, pembunuhan di luar proses hukum, yang berdasarkan hukum internasional merupakan tanggungjawab pemerintah Arab Saudi.”

Khashoggi memasuki kantor konsulat Arab Saudi tanggal 2 Oktober dan tidak pernah dilihat lagi. Bukti kemudian menunjukkan ia dibunuh lalu dipotong-potong di konsulat itu kemudian di bawa ke satu lokasi yang tidak diketahui.

“Tidak masuk akal para pemimpin negara itu termasuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman tidak tahu. Faktanya ada bukti, bukti yang dipercaya yang menunjuk pada keterlibatan mereka. Yang perlu diselidiki ialah sejauh apa Mohammed bin Salman mengetahui atau seharusnya mengetahui apa yang terjadi pada Khashoggi apakah langsung tidak langsung ia yang memerintahkan pembunuhan itu,” kata Callamard.

Ia menambahkan, “Apakah ia (Pangeran Mohammed bin Salman) bertindak ceroboh, apakah ia dapat mencegah pembunuhan itu tatkala hendak dilaksanakan tetapi gagal mencegahnya. Saya pikir inilah isu yang harus disusul dengan penyelidikan kriminal bersama-sama dengan keterlibatan orang lain.”

Selanjutnya, Callamard mengungkapkan ada 11 yang dicurigai terlibat dalam pembunuhan diadili di Arab Saudi namun pengadilan atas mereka tertutup dan nama mereka juga tidak diungkapkan. Ia khawatir hukum telah disalahgunakan. Ia juga mengatakan bahwa penyelidikan yang dilakukannya atas pembunuhan itu dibatasi mulai bulan Januari.

Ditambahkannya, sebagaimana dilasnsir VOA, sanksi-sanksi seharusnya diberlakukan terhadap aset-aset pribadi putra mahkota itu di luar negeri “hingga dan kecuali ada bukti yang menguatkan bahwa ia tidak bertanggungjawab terhadap eksekusi itu.”

- Advertisement -