Kasus Khashoggi, Pertaruhan Kredibilitas Saudi

16 views
- Advertisement -

Sebaliknya, Menteri Negara Urusan LN Saudi Adel al-Jubeir menolak keras hasil laporan investigasi PBB itu dan balik menuding Callamard tidak netral dan hasil laporannya tidak konstruktif dan komprehensif.

Bungkam
Upaya pemerintah Saudi menutup-nutupi kasus Khashoggi tampak antara lain dari sepinya liputan media setempat.

Koran berbahasa Arab al-Hayat yang terbit di London, (20/6) sama sekali tidak menurunkan laporan Callamard, sedangkan harian Asharq Al Awsat di Jeddah, cuma memuat bantahan al-Jubeir di laman dalam.

Kantor Berita Saudi, SPA hanya mengutip pernyataan al-Jubeir yang menyebutkan, pemerintah Saudi telah menyampaikan secara rinci pada Komisioner HAM PBB tentang proses peradilan kasus Khashoggi di negerinya.

Khashoggi, penulis harian “the Washington Post” warganegara Saudi yang sering bersikap kritis terhadap keluarga kerajaan, raib saat berada di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki untuk mengurus surat pernikahan dengan seorang wanita Turki pada 2 Okt. 2018.

Tunangannya, Hatice Chengiz yang menanti di luar gedung, kehilangan jejak, namun dari arloji “smart” Apple milik Khashoggi yang dititipkan padanya sebelum korban masuk gedung, terekam sejumlah bukti tentang apa yang terjadi.

Agen-agen rahasia Turki juga berhasil mengindentifikasi belasan orang, diduga “tim jagal” yang dibawa dari Saudi dengan pesawat khusus dan pulang pada hari yang sama saat Khashoggi berada di konsulat Saudi.

Bukti keterlibatan aparat Saudi sebenarnya secara implisit diakui oleh pemerintah kerajaan itu dengan dipecatnya 18 anggota dinas rahasia yang diduga terlibat kasus Khashoggi.

Persoalannya, para tersangka akan diadili di dalam negeri, sehingga dikhawatirkan dalangnya tetap terselamatkan, hukuman hanya dijatuhkan terbatas pada eksekutor di lapangan.

Masih teka-teki
Raibnya Khashoggi masih menjadi teka-teki, kecuali ditemukannya sisa-sisa cairan kimia yang bisa melumatkan tulang atau daging di gedung konsulat Saudi sehingga diduga Khashoggi dimutilasi dan jasadnya dibuang di suatu tempat di luar kota Istanbul.

- Advertisement -