Kasus Khashoggi, Pertaruhan Kredibilitas Saudi

16 views
Jamal Khashoggi (kiri), wartawan yang diduga dimutilasi karena sering mengritik Kerajaan Arab Saudi. Putera Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (kanan). Dugaan keterlibatan lingkaran istana Saudi dalam kasus raibnya Khashoggi semakin santer.
- Advertisement -

RAIBNYA wartawan senior berkebangsaan Arab Saudi, Jamal Khashoggi masih menjadi misteri, namun tudingan menyasar adanya keterlibatan keluarga dan lingkaran dalam istana semakin santer.

Hasil investigasi setebal 100 halaman Pelapor Khusus Komisioner PBB, Agnes Callamard (19/6) lalu mengungkapkan bukti-bukti kredibel ketersangkutan Putera Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) dan sejumlah pejabat dalam kasus tersebut.

Hasil investigasi Callamard, antara lain memuat adanya alur komunikasi berupa laporan langsung berasal dari sejumlah orang yang diduga terlibat peristiwa tersebut kepada Pangeran Mohammed bin Salman.

Callamard bersama sejumlah pakar hukum pidana dan hukum internasional yang bekerja selama enam bulan juga menyelidik konsulat Saudi di Istanbul yang diduga menjadi lokus mutilasi Khashoggi.

Pemerintah Turki mengalihkan kasus itu ke ranah penyelidikan internasional (di bawah PBB) pada Desember 2018 setelah tim pencari fakta yang dibentuk bersama pemerintah Saudi gagal menuntaskan kasus raibnya Khashoggi.

Callamard juga mendesak agar pengadilan khusus kasus Khashoggi bentukan pemerintah Saudi dihentikan, karena dianggap berlangsung tertutup dan tidak fair.

Ia juga mendesak dibentuknya pengadilan internasional dan meminta negara-negara lain agar menghentikan lisensi ekspor teknologi pada Saudi yang bisa digunakan untuk tujuan menyimpang. (diduga pemerintah Saudi menggunakan teknologi canggih untuk menghilangkan jejak pembunuhan-red).

Callamard lebih jauh mengimbau pada setiap negara untuk memblokir aset-aset milik MBS di luar negeri, kecuali jika yang bersangkutan bisa membuktikan dirinya tidak tersangkut kasus Khashoggi.

Sekjen PBB Antonio Guterres sendiri menegaskan, ia tidak memiliki otoritas untuk melakukan pengusutan pidana seperti yang direkomendasikan dalam laporan investigasi Callamard.

Sedangkan Jubir Sekjen PBB Stephane Dujarric menjelaskan, Callamard dan timnya bukan petugas PBB, melainkan tim independen bentukan Komisioner HAM PBB untuk menginvestigasi kasus Khashoggi.

- Advertisement -