Tahun ini, 311 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel

16 views
ilustrasi titik panas/ist
- Advertisement -

PALEMBANG – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Selatan Iriansyah mengatakan sebanyak 311 titik panas muncul di Sumatera Selatan pada periode Januari-Juni 2019.

Angka tersebut meningkat sebanyak 110 titik panas jika dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama.

Namun menurutnya meski lebih tinggi jika dibandingkan tahun lalu, hotspot (titik panas) yang terdeteksi tidak seluruhnya menimbulkan titik api.

“Untuk titik kebakaran hanya ada 4 titik sampai dengan hari ini. Kemarin (2/7) terjadi di Ogan Ilir. Tim sudah ke lapangan untuk memadamkan api,” kata Iriansyah, Rabu (3/7/2019), dikutip Antara.

Untuk memitigasi resiko bencana kebakaran hutan dan lahan ini, BPBD Sumsel suda mengajukan permohonan bantuan pesawat teknik modifikasi cuaca(TMC) mengingat pada Agustus-September akan terjadi puncak musim kemarau.

Sementara pada Juli ini diperkirakan masih ada kumpulan awan sehingga TMC dapat dilakukan.

Selain menjalankan TMC, BPBD juga mempunyai cara lain untuk mitigasi yakni menyiagakan beberapa unit pesawat pembom air, yakni 1 heli WB Mi-8 UR-CNC, Mi-8 RA 22583, Mi-8 RA 22747 dan Mi-8 RDPL 34140.

Adanya beberapa unit helikopter pembom air itu tidak lepas dari penetapan status siaga bencana oleh Pemprov Sumsel beberapa waktu lalu.

“Kami lebih mengedepankan kegiatan pencegahan, seperti diketahui bahwa lahan gambut itu jika sudah terbakar maka sangat sulit untuk dipadamkan,” kata dia.

 

- Advertisement -