Anjing Kok Masuk Mesjid

107 views
foto ilustrasi
- Advertisement -

MESJID itu tempat suci, tempat beribadah, karenanya dia menjadi tempat sakral. Untuk memasukinya harus lepas sandal dan sepatu. Di rumah Allah ini, jangankan anjing pembawa najis mugholadzoh, politik pun dilarang masuk. Tapi beberapa hari lalu, benar-benar terjadi; seekor anjing masuk ke  dalam mesjid Al Munawaroh, Sentul, Bogor. Pembawanya adalah Ny. SM (52),  perempuan non Islam yang katanya sedang mencari suaminya mau nikah lagi di mesjid tersebut. Berdasarkan penyelidikan polisi, ternyata Ny. SM memang pengidap penyakit skizofrenia tipe paranoid. Tentu saja urusan selesai, wong urusannya dengan orang kenthir.

Jika berurusan dengan orang gila, atau setengah gila, bukan saja orang, hukum pun terpaksa mengalah. Orang ngotot menghadapi orang gila, akan dianggap sama gilanya. Demikian pula hukum negara dan agama, membebaskan tuntutan atau kewajiban atas orang yang tidak waras atau tidak berakal. Ada ungkapan Jawa yang sangat terkenal: sing waras ngalah!

Beberapa hari lalu ada seorang wanita membawa seekor anjing masuk ke mesjid Al Munawaroh, Sentul, Bogor, sambil menggendong anjing. Saat SM ribut dengan pengurus mesjid, anjing itu dilepas sehingga mengacak-acak lantai mesjid beralaskan karpet tersebut. Sementara SM beradu argumentasi dengan pengurus mesjid, anjing itu kabur entah ke mana.

Usut punya usut, ternyata SM yang non Islam itu menuduh pengurus mesjid Al Munawaroh menikahkan suaminya. Setelah polisi turun tangan, perempuan itu diperiksa ke RS Polri Kramat Jati. Ternyata dia pengidap penyakit skizofrenia tipe paranoid, yang dideritanya sejak tahun 2013. Tapi polisi menjadikan SM tersangka penodaan agama. Soal perkaranya gugur atau tidak, itu wewenang hakim Pengadilan nantinya.

Pihak MUI pun sudah minta masalah ini tak usah diperpanjang, namanya juga urusan dengan orang gila. Lagi pula seluruh karpet mesjid yang diinjak-injak anjing pembawa najis mugholadzoh itu juga sudah diganti baru semua. Sedangkan anjing itu sendiri, ditemukan 3 hari kemudian dalam keadaan mati.

- Advertisement -