Baiq Nuril Korban Pelecehan Tidak Akan Berhenti Berjuang Setelah MA Putuskan Tolak Gugatan PK

15 views
Baiq Nuril Makmun/ Tribun
- Advertisement -

JAKARTA – Mahkamah Agung menolak gugatan Peninjauan Kembali (PK) yang dajukan oleh Baiq Nuril Maknun, mantan guru honorer yang menjadi korban pelecehan seksual dan divonis bersalah melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

MA menyatakan Baiq tidak bisa mengajukan bukti-bukti baru, dan harus tetap menjalankan hukuman enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta.

“Peninjauan Kembalinya ditolak karena kejahatannya terbukti secara hukum dan meyakinkan,” kata juru bicara MA, Abdullah.

Kuasa hukum Baiq, Joko Jumadi, mengatakan kliennya kecewa dengan putusan itu, yang merupakan upaya banding terakhir.

“Dia menolak untuk berhenti berjuang karena jika dia berhenti, dia takut korban-korban pelecehan lainnya akan takut berbicara,” kata Joko kepada AFP.

“Kami sudah menempuh semua upaya hukum dan sekarang kami berharap Presiden Joko Widodo akan melakukan sesuatu,” ujar Joko.

November tahun lalu, Jokowi mengungkapkan keprihatinannya atas kasus Baiq dan mengatakan bila MA menolak PKnya, Baiq bisa meminta pengampunan.

- Advertisement -