Mumbulsari, Desa Minim Sumber Air

17 views
Ilustrasi/ liputan6
- Advertisement -

MUMBULSARI adalah desa perbatasan Kecamatan Bayan dan Kecamatan Kayangan. Nusa Tenggara Barat. Ia merupakan wilayah transmigrasi lokal. Tidak heran, dusun-dusun yang ada di desa itu identik dengan nama wilayah asal warganya. Kebanyakan dari Lombok Tengah. Misalnya, Pengadang Baru, Pengadang, Jeruju, Munder dan lainnya.

Kondisi desa ini sedikit lebih baik setelah infrastruktur listrik dan jalan aspal, diprogramkan oleh pemerintah pasca gempa. Namun tidak demikian dengan air bersih. Mereka masih harus berjuang keras.

Hanya beberapa meter dari kantor desa, terdapat mata air Lokok Reban. Terletak di jalur jalan nasional. Sumber air inilah, satu-satunya sumber ketergantungan warga. Air dari mata air ini disedot setiap hari. Truk, dump truck dan kendaraan pick up, setiap hari terlihat mengantre.

Pada saat gempa Agustus 2018 lalu, sumber air ini menjadi penyelamat warga. Tidak hanya warga Mumbulsari, tetapi warga sekitarnya. Seperti di Desa Salut (Kecamatan Kayangan) ataupun Desa Akar-Akar, Bayan.

Namun bagi warga Mumbulsari, krisis air seakan-akan situasi yang sudah biasa. Sebab dalam 1 tahun, warga hanya libur membeli air dalam 3 bulan saja. Tiga bulan itu berkisar antara Januari – Maret, atau tepatnya pada musim penghujan.

Pada musim hujan, warga sedikit tertolong. Air hujan tidak dibiarkan tumpah begitu saja. Di bawah atap rumah-rumah warga, saluran perpipaan dipasang sedemikian rupa untuk mengalirkan air hujan, lalu ditampung pada sebuah bak penampung. Tidak heran, di setiap rumah sudah tersedia bak penampung.

“3 bulan turun hujan, kami tidak beli air, selebihnya beli. Air yang kami gunakan adalah air hujan yang kami tampung. Kadang untuk mencuci, kami juga ke kali kalau kebetulan ada airnya,” kata warga Pengadang Baru, Saidah, Sabtu, 29 Juni 2019 malam.

- Advertisement -