Warga NTB Diminta Tak Panik Sikapi Potensi Gempa 8,5 SR

4.094 views
kerusakan gempa NTB/ Merdeka.com
- Advertisement -

LOMBOK – Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah meminta masyarakat tidak panik menyikapi pemberitaan potensi gempa berkekuatan 8,5 Magnitudo yang akan terjadi di selatan Pulau Lombok.

Menurut Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul tersebut, bagi orang di Jepang hal tersebut menjadi biasa, apalagi di wilayahnya yang masuk dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa 2018.

Dia menyatakan jika saat ini NTB sedang bangkit pascagempa beruntun yang terjadi pada akhir Juli hingga Agustus 2018. Termasuk, sektor pariwisata yang sudah mulai membaik dengan ramainya kunjungan wisatawan.

“Saya baru pulang dari Darwin dan Perth, Australia tidak satu pun kursi pesawat yang tersisa, saking senangnya orang ke Lombok. Karena itu dengan perlu kita bijak dalam mencerna dan memaknai informasi,” terangnya, Kamis (4/7/2019) malam.

Sementara terkait prediksi yang dikemukakan para ahli dalam sebuah seminar, gubernur mengangap hal tersebut sesuatu hal yang biasa. Karena menurut gubernur potensi bencana besar dimana-dimana bisa terjadi.

“Saya kira, kita di NTB ini cukup beruntung karena sudah memiliki pengalaman. Tapi kalau pun ada gempa kita tidak berharap akan sebesar itu dan kita tidak sepanik dengan orang di daerah yang belum merasakan gempa,” tegas Doktor Zul.

Gubernur menyatakan salah satu misi Pemprov NTB adalah menjadikan NTB sebagai daerah yang tangguh dan mantap terhadap bencana. Sehingga mitigasi bencana menjadi prioritas nomor satu. Namun demikian untuk menjadikan itu semua dibutuhkan waktu.

“Butuh waktu, tapi seiring waktu pasti bisa. Bahkan, di Indonesia NTB jadi daerah percontohan bagi daerah lain di Indonesia soal mitigasi bencana,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram Agus Riyanto mengatakan dari hasil simulasi dan pemodelan tsunami (Tsunami Modeling) yang di lakukan di wilayah Lombok Selatan menyimpan gempa mega trust berkekuatan 8,5 magnitudo dan gelombang tsunami hingga lima kilometer dengan ketinggian mencapai 20 meter.

- Advertisement -