Bumiayu, Habitat Manusia Jawa Tertua

1.097 views
Penemuan fosil tulang homo erectus atau manusia tegak dan artefak di Bumiayu, jateng baru-baru ini bisa mengubah teori bahwa kedatangan orang-orang Afrika terjadi l,8 juta tahun lalu, bukan l,5 juta tahun berdasar temuan sebelumnya di Sangiran, Solo
- Advertisement -

PENEMUAN fosil tulang homo erectus atau manusia berjalan tegak di Bumiayu, Kab. Brebes, Jawa Tengah baru-baru ini mungkin bisa mengoreksi teori tentang kedatangan pertama kali mahluk tersebut dari Afrika.

Pemilik Museum Bumiayu-Tonjong, H. Rafly Rizal dan pelestari fosil, Karsono seperti dikutip Kompas (6/7) mengungkapkan, fosil tulang yang ditemukan diperkirakan berusia 1,8 juta tahun atau lebih tua dari yang sebelumnya ditemukan di Sangiran, Jateng yang berusia l,5 juta tahun.

Temuan tulang-tulang homo erectus tersebut kemudian diserahkan kepada Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran dan arkeolog senior , Prof. Harri Widiyanto.

Menurut Hari, fosil-fosil tulang yang ditemukan di Kalibodas, Bumiayu tersebut berupa tga bonggol tulang paha (caput femuralis) adalah fosil manusia purba, pecahan rahang bawah dan akar geligi serta pecahan tulang paha bagian tengah dengan tingkat fosilisasi yang sempurna.

“Tulang-tulang tersebut sudah berubah menjadi mineral dengan warna hitam, “ kata Harri yang menjadi Ketua Tim Pnelitian Arkeologi Migrasi Plio-Pletosen pda poros Bumiayu-Prupuk-Semedo pada Kompas, di Bali (5/7).

Sejumlah peneliti diterjunkan di Kalibodas dan sekitarnya guna memastikan korelasi temuan itu dari 17 Juni hingga 4 Juli dan setelah dikaitkan dengan stratigrafi atau susunan lapisan bebatuan dalam kulit bumi, mereka bisa memastikan, tulang-tulang berasal dari bagian paling bawah lapisan formasi Kaliglagah, merujuk usia 1,8 juta tahun lalu.

Teori semula mengungkap, homo erectus berasal dari Afrika 1,8 juta tahun lalu, kemudian menyebar ke Eropa, Asia Tengah, China dan terdampar di Sangiran. Fosilnya berupa lempung berwarna hitam ditemukan pada lapisan formasi Pucangan.

Selain fosil tulang-tulang manusia, peneliti juga menemukan kapak perimbas (chopper) untuk mengolah hasil perburuan atau memecahkan tulang terbuat dari batuan andesit berasal dari satu era dengan homo erectus Bumiayu. Artefak tertua sebelumnya ditemukan di Dayu, Sangiran, diperkirakan berusia 1,2 juta tahun lalu.

- Advertisement -