Inggeris Ikut Keroyok Iran

28 views
Marinir Inggeris naik tanker pengangkut minyak Iran Grace I di Selat Gibraltar (4/7) karena dianggap melanggar sanksi embargo ekonomi sesuai perjanjian antara lima negara (AS, Inggeris, Perancis, China dan Rusia) dengan Iran (JCPOA) . (foto:AFP)
- Advertisement -

ESKALASI konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru keterlibatan Inggeris yang bertindak keras, menangkap dan menahan tanker, diduga mengangkut minyak Iran ke Suriah (4/7).

Hubungan AS dan Iran memanas pasca penarikan diri sepihak AS terkait kesepakatan nuklir dengan Iran (JCPOA)* yang ditandatangani bersama dengan Jerman, Inggeris, Perancis, Rusia dan China pada 2015.

Kesepakatan JCPOA menjadi goyah, akibat penarikan diri AS tahun lalu (2018) yang kemudian dibarengi dengan melanjutkan sanksi larangan ekspor terhadap Iran.

Pengacara kantor hukum Pillsbury Winthrop Shaw Pittman yang kerap mendampingi perusahaan-perusahaan yang terkena sanksi internasional, Matthew Oresman mengatakan, aksi Inggeris itu merupakan peringatan keras terhadap Iran.

Iran sendiri sebelumnya mengancam bahkan memberikan tenggat waktu sampai 7 Juli 2019 akan henngkang dari CPOA jika Inggeris,Jerman, Perancis tidak mengambil langkah penyelamatan berupa pencabutan sanksi ekonomi.

UE sebenaranya sebelumnya sudah berupaya mengambil jalan tengah, meneruskan transaksi dagang tanpa melanggar sanksi embargo ekonomi sesuai yang disepakati pada CPOA.

Inggeris sendiri beralasan, peahanan kapal tanker Grace 1 adalah bagian sanksi embargo ekonomi termasuk ekspor minyak ke Suriah yang dikenakan terhadap Iran.

Namun yang menjadi persoalan adalah lokasi penangkapannya. Inggeris mengklaim, tanker berada di dalam wilayah Gibraltar, negara seberang lautnya, Spanyol mengaku di wilayah teritorialnya, sedangkan Iran menganggap Grace I saat itu berada di perairan internasional.

Alih-alih ciut nyalinya, Iran malah mengancam Inggeris. Jika tidak melepas tanker Grace I, akan balas menangkap kapal Inggeris atau kapal-kapal negara lain yang mengangkut aset negara itu jika melintasi Selat Hormus.

Iran agaknya tidak akan menyerah. Mungkin menganggap, melawan dua raksasa sekaligus, AS dan Inggeris, kalah pun tidak bakal malu.
* JCPOA: Joint Comprehensive Plan of Action
(AP/AFP/Reuters/ns)

- Advertisement -