KALA MARICA MBALELA

129 views
Prabu Dasamuka marah betul ditantang Kala Marica. Dasar raksasa tampang Cakil.
- Advertisement -

PRABU Dasamuka dari negeri Ngalengka memang gila paripurna; ya gila harta ya gila perempuan. Harta kekayaannya mencapai triliunan, tapi tak punya NPWP karena pernah bayar pajak. Lantaran aset pribadinya tak terhingga, dia dengan mudah koleksi bini hingga lusinan, tapi yang ditampilkan ke publik sebagai ibu negara hanya Dewi Tari. Itupun belum puas juga. Melihat Dewi Sinta di tengah hutan bersama Ramawijaya suaminnya, ukuran celananya mendadak berubah. Dewi Sinta dibawa kabur, dan sejak itu genderang perang Ngalengka-Pancawati mulai dipukul.

Beruntunglah, meskipun pemimpin Ngalengka bermental preman Tanah Abang, mayoritas rakyat Ngalengka masih gandrung kejujuran dan keutamaan. Maka menjadi  keniscayaan ketika LSM dan DPR-nya sekalian tanpa henti membully Prabu Dasamuka yang tanpa malu-malu jadi raja pebinor (perebut bini orang). Sayangnya, meski sudah berulangkali diinterpelasi, tak pernah mau datang ke gedung Wakil Rakyat, kecuali hanya kirim suruhan  Patih Prahastho. Padahal dianya menjadi warangka dalem (patih) sekedar untuk “ban serep”, karenanya omongannya saat RDP pating pecotot tidak keruan.

“Menurut petunjuk Prabu Dasamuka, katanya DPR tak berwenang panggil raja. Jika mau RDP, angkat dulu jadi perdana menteri, naru bersedia hadir.” Jawab  Prahastho singkat, menghemat halaman.

“Lho, bagaimana ta ini? Ini kan sekedar wayang parodi, begitu saja  kok dipikir serius.” ujar Tumenggung Bandaculika, Ketua DPR Ngalengka, gondok sekali.

Sejatinya banyak problem yang menyebabkan Dasamuka meremehkan panggilan DPR. Masalah paling anyar adalah, kaburnya Kala Marica keluar negeri, gara-gara kurang direken di lingkaran Istana. Sebagai loyalis pembantu Prabu Dasamuka, tentunya diberi posisi terhurmat, misalkan jadi Jubir Istana, diberi nama Kala Marica Nyebelin. Jabatan sekarang ini apaan, cuma jadi bendahara kraton. Padahal tanpa jasa dia, khilmusta Dasamuka sukses menggondol Dewi Sinta. Tapi ssst…., sopan sedikit dong! Jangan pakai istilah “gondol”, nanti Dasamuka masuk mesjid bikin geger.

- Advertisement -