In Memoriam Sutopo Purwo Nugroho

41 views
Kepala Pusdatin BNPB, Sutopo Purwo Nugroho yang meninggal akibat kanker paru-paru di ST. Stamford Cancer Hospital, Guangzhou, Minggu (7/7) dimakamkan di desa kelahirannya di Siswodipuran, Boyolali, Senin pagi 8/7).
- Advertisement -

Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe
JIKA terjadi bencana di Indonesia, orang pasti teringat pada sosok Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo yang sigap dan cekatan menyampaikan informasi tentang bencana, prediksi dan mengantispasinya, menenteramkan masyarakat dari hoaks dan membangkitkan harapan, terhenti langkahnya akibat kanker paru-paru yang diidapnya sejak akhir 2017.

Sosok yang telah membaktikan sebagian besar hidupnya dalam persoalan kebencanaan terutama di tahun tahun terakhir ini menghembuskan nafas terakhir, kembali ke pangkuan Illahi di St Stamford Modern Cancer Hospital, Guangzhou, China, Minggu (7/7)).

Sutopo tidak pernah kehilangan semangatnya menyampaikan informasi yang akurat terkait kebencaan pada publik di tengah kanker yang menggerogotinya yang pasti membuat fisiknya melemah, bobot tubuh turun banyak, dan rasa nyeri tak terperi walau tak diperlihatkannya.

Saat ia pertama dokter memastikan bahwa terkena kanker paru-paru yang sudah pada stadium 4B, Sutopo kepada wartawan yang mewawancarainya mengatakan, ia mencoba untuk tidak memberi tahu keluarga, apalagi rekan-rekan kerja dan pers.

Sebelum diputuskan untuk dirawat di Guangzhou, 15 Juni lalu, almarhum yang agaknya berfirasat, usianya bakal pendek, malah wara-wiri bepergian untuk memberikan edukasi pemberitaan kebencanaan pada pers, seolah ingin berpacu dengan waktu, membagikan sebanyak mungkin ilmunya pada orang lain.

Sutopo, bahkan dengan santainya, menganggap penyakit, sesuatu yang biasa-biasa saja, seolah meyakinkan pada orang lain agar tidak perlu menaruh iba atau memberikan perhatian khusus padanya. “Kanker sudah menyerang tulang sumsum. Lihat nih, tulang punggung saya sudah bengkok, “ ujarnya santai.

Presiden terkesan

Presiden Jokowi juga mengenang Sutopo sebagai sosok yang konsisten hingga akhir hayatnya, menunjukkan dedikasi luar biasa bagi negara dan masyarakat dengan tetap mengemban tugas penuh di tengah sakit yang diidapnya.

Ungkapan almarhum yang dikenang oleh Jokowi yakni tentang kehidupan, yang tidak bisa diukur dari pendek atau panjangnya usia, tetapi seberapa banyak dapat melakukan kebaikan bagi orang lain.

- Advertisement -