Istri Dianggap “Ikan Asin”?

46 views
Ikan hiar di akuarium memang indah dipandang mata. Tapi jangan digoreng.
- Advertisement -

GARA-gara “ikan asin”Mentri Susi Pudjiastuti sempat sewot pada Tengku Zulkarnain, Wasekjen MUI. Tapi beberapa hari ini, “ikan asin” bikin repot artis sinetron Galih Ginanjar, karena diperiksa polisi. Masak bekas istri dianggap “ikan asin”, ini kan pelecehan. Tapi  di tempat lain ada lho bini tetangga nan cantik direken sebagai ikan hias, sememtara wanita di tempat hiburan malam dianggap ikan belut.

Ikan asin banyak nama padanannya. Di Yogya ada yang menyebut rese, sehingga di warung-warung belanja pete-rese dapatnya juga ikan asin kecil-kecil dengan petai sepotong. Ada juga yang menyebutnya teri, sementara di Purworejo ikan asin disebut gesek. Maka jika orang tubuhnya kurus kering, akan diolok-olok dengan kata: awak kok kaya gesek.

Ketika ikan asin disebut oleh Tengku Zulkarnain, Wasekjen MUI yang lebih terkenal sebagai aktivis medsos, Menteri Kelautan Susi Pujiaastuti jadi sewot pula dibuatnya. Soalnya Tengkuzul –begitu nama bekennya di medsos– dalam twitternya menyindir Bu Mentri, “Dengan bentangan laut lebih dari 99.000 Km Indonesia kok masih impor ikan asin, salah uruskah negeri ini?” Maka menteri jebolan SMAN I Yogyakarta itu membalas, “Tahun berapa dan kenapa ? Anda pikir masyarakat bodoh? Mereka jauh lebih pintar dari kita .. kita artinya anda dan saya lebih bodoh !” kata Susi membalas tweet Tengkuzul.

Perang Tengkuzul-Susi pun selesai. Tapi ketika “ikan asin” disebut oleh artis sinetron Galih Ginanjar, dampaknya dia bisa diperiksa polisi sampai 13 jam lamanya. Soalnya si artis bermulut ember juga. Bagaimana mungkin, masalah keburukan bekas istrinya –soal yang pribadi sekali pula– kok diumbar keluar sampai masuk medsos. Tentu saja Fairuz bekas istrinya mencak-mencak dan lapor polisi.

- Advertisement -