Ironi Konsumsi Raskin di Daerah Lumbung Beras

5 views
- Advertisement -

 

JAKARTA (KBK) – Masyarakat Cianjur itu kalau panen, gabahnya di jual. Bila masuk masa paceklik mereka beli raskin untuk makan. Cianjur yang menghasilkan beras bagus justru menjadi daerah dengan komsumsi raskin tertinggi. Ujar Huseri ketua Gapoktan Al Ikhwan mitra petani Dompet Dhuafa. Berdasarkan permasalahan di atas Dompet Dhuafa masuk untuk melakukan intervensi dan advokasi serta edukasi bagi para petani di Cianjur. Menurut pria yang akrab di sapa Heru ini sejak Dompet Dhuafa datang di desa Cibarengkok, Sukaraharja, Cibeber, Cianjur semuanya menjadi lebih baik.

“Dulu kalau pinjam modal 500 ribu harus dikembalikan 1 juta saat panen. Sejak ada DD tidak lagi seperti itu,” Kata Heru ditengah acara media dan blogger Dompet Dhuafa di Cianjur (11/7).

Selain melakukan pendampingan untuk menghasilkan beras yang sehat, Dompet Dhuafa juga berperan dengan mendirikan koperasi untuk para petani. Kini sudah ada 115 anggota Gapoktan.

“Saya perjuangkan bila ada anggota yang meninggal diberikan insentif Rp 2 juta,” terangnya.

Keuntungan Gapoktan difokuska kepada sarana pendidikan dari kelas 1 sampai kelas 6 gratis sampai pemberian ijazah.
Syaifulah dari Karya Masyarakat Mandiri mengatakan selain pertanian, di Cianjur juga ada peternakan yang didampingi Dompet Dhuafa.

“Cianjur merupakan lumbung padi tetapi petaninya menjadi pengonsumsi beras raskin tertinggi. Kami hadirkan sistem pertanian terpadu dengan Beras Pilihan Sehat Aman Enak. Setiap bulan petani bisa hasilkan 10-15 ton beras,” terang Syaifullah.

- Advertisement -