Kekeringan, Warga Lombok Timur Keluhkan Mahalnya Harga air Bersih

38 views
Ilustrasi warga Cirebon yang kekeringan menerima bantuan air/ Radar Cirebon
- Advertisement -

LOMBOK – Empat Kecamatan di Kabupaten Lombok Timur mengalami kekeringan di musim kemarau tahun ini, dan membuat petani terancam merugi.

Empat kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Jerowaru, Keruak, Sakra Timur dan Sambelia bagian utara.

Tak hanya kekurangan air bersih, dampak kekeringan ini melanda area persawahan yang biasa digunakan warga untuk bercocok tanam, sehingga petani terancam gagal panen.

“Kami memang sangat kesulitan mendapatkan air bersih,” kata seorang warga, Baiq Husnul Paizah, kepada wartawan di Dusun Aro Inaq, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Jumat (12/7/2019).

Meski ada distribusi air dari pemerintah daerah (pemda), namun pasokannya untuk mereka masih tak mencukupi. Apalagi stok yang dikirimkan tidak setiap hari, sehingga warga selalu kekurangan air.

Warga bisa saja mendapatkan pasokan air, namun harus membelinya seharga Rp150.000 untuk satu tangki. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, mereka berharap ada solusi jangka panjang dari pemda.

“Kalau mau dapat air bersih harus beli. Satu tangkinya itu Rp150.000,” ujar dia.

Dia menyatakan, solusi seperti pemasangan saluran air PAM bisa direalisasikan, sehingga di musim kemarau warga tak harus kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka pun menyanggupinya untuk iuran per bulan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Purnama Hadi mengatakan, dampak kekeringan memang semakin meluas. Pemda sendiri sudah mengantisipasinya dengan menyiapkan distribusi air bersih.

“Iya memang semakin luas kekeringan ini. Sekarang jadi empat kecamatan, sebelumnya hanya dua,” ujar dia, dikutip iNews.

Dia mengungkapkan pemda sudah menganggarkan Rp2,5 milyar untuk kebutuhan air bersih warga. Solusi jangka panjang juga disiapkan agar masyarakat tak selalu mengalami krisis air bersih di musim kemarau.

 

- Advertisement -