Muslim Uighur Perlu Uluran Tangan

22 views
Dua puluh dua dubes di PBB menyurati Presiden Dewan dan Komisioner Tinggi HAM PBB tentang pelanggaran HAM pemerintah China terhadap etnis muslim minoritas Uighur di Xinjiang. Solidaritas negara Islam atau yang mayoritas pemeluk Islam diperlukan untuk membantu etnis Uighur.
- Advertisement -

SATU juta warga etnis minoritas muslim Uighur, Provinsi Xinjiang, China dilaporkan dijebloskan di kamp-kamp konsentrasi dan dipaksa untuk berasimilasi atau menyesuaikan diri dengan etnis mayoritas Han.

Dua puluh dua negara anggota PBB dilaporkan oleh AFP (11/7), melalui para dubesnya telah melayangkan surat kepada Presiden Dewan HAM PBB Coly Seck dan Komisioner Tinggi HAM PBB Michele Bachelet memuat kecaman atas perlakuan buruk Beijing terhadap etnis Uighur.

Sebaliknya, otoritas China berkilah bahwa kamp-kamp di Xinjiang didirikan sebagai pusat pendidikan kejuruan terkait pelatihan kerja yang pesertanya sukarela dan mayoritas warga Uighur.

Pusat pendidikan itu, menurut versi pemerintah, diperlukan untuk menjauhkan warga setempat dari ekstremisme keagamaan, terorisme dan aliran separatisme.

Namun didalam surat yang ditandatangani para dubes di PBB itu disebutkan kecemasan mereka tentang penahanan sewenang-wenang dan meluasnya pengawasan dan pembatasan menyasar etnis Uighur dan kelompk minoritas lainnya di Xinjiang.

Surat itu juga memuat seruan kepada otoritas China untuk menghentikan penahanan sewenang-wenang dan mendorong mereka agar memberikan kebebasan bagi warga Uighur dan etnis muslim Xinjiang lainnya.

Para Dubes yang menandatangani surat ini, termasuk para Dubes dari negara-negara Uni Eropa dan Swiss, meminta agar surat ini ditetapkan sebagai dokumen resmi pada Dewan HAM PBB, yang akan mengakhiri sesi rapat ke 41 di Jenewa, Swiss hari ini (12/7).
Peristiwa Berdarah 5 Juli 2009

Kerusuhan besar yang terjadi di Urumqi, ibukota wilayah Otonomi Uighur Xinjiang (WOUX) yang merupakan rangkaian aksi massa yang memuncak pada 5 Juli 2009.

Awalnya aksi damai oleh 1.000 warga Uighur yang kemudian memanas dan berubah menjadi aksi penyerangan terhadap etnis mayoritas Han dan bentrok melawan polisi serta tentara.

- Advertisement -