Turki “Nekat” Beli Rudal Rusia

47 views
Rudal pertahanan udara Rusia S-400. Turki tetap ngotot membelinya, walau ditentang sesama anggota NATO terutama AS karena diangggap tidak kompatibel dengan sitem yang telah dibangun bersama.
- Advertisement -

TURKI tetap bergeming dari tekanan sesama mitra negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) terutama Amerika Serikat, memutuskan membeli sistem rudal S-400 Triumph Rusia.

Gelombang pertama sistem rudal pertahanan udara yang konon nilai kontraknya dua milyar dollar (sekitar Rp29 triliun) tersebut, menurut Kemenhan Turki, telah tiba di Lanud Murted, Kamis (12/7).

Pengiriman rudal S-400 berikut suku cadang berikutnya akan dilakukan beberapa hari ke depan dan selanjutnya jika seluruh sistem sudah lengkap akan dioperasikan sesuai tujuannya (untuk pertahanan udara Turki-red).

Rencana pembelian sistem rudal yang mampu menjatuhkan 36 obyek di udara berjarak 300 km sampai ketinggian 30 Km secara simultan itu sejak awal ditentang oleh negara-negara NATO terutama AS.

Yang dicemaskan, sistem S-400 tidak kompatibel atau tidak terintegrasi dengan sistem pertahanan NATO, padahal kompatibilitas bagi organisasi pertahanan itu adalah hal yang paling hakiki.

Risikonya, kerahasiaan teknologi berbagai jenis alutsista (persenjataan) termasuk pesawat tempur siluman generasi kelima F-35 Lightning II buatan AS yang semula juga akan dijual ke Turki bakal bocor.

Bisa dibayangkan kerugian yang dialami NATO jika teknologi persenjataan yang digunakan mereka yang bocor dimanfaatkan oleh Rusia untuk mengembangkan sistem penangkalnya.

Selain tentunya kerugian bisnis, karena Turki urung membeli sistem rudal Patriot buatan AS yang sudah ditawarkan dengan banting harga, S-400 dinilai tidak cocok dengan sistem persenjataan NATO yang sebelumnya digunakan juga oleh Turki.

AS sebelumnya juga sudah mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi dan tidak akan mengajak Turki mengembangkan pesawat tempur F-35, jika meneruskan transaksi pembelian sistem S-400.

Selain mengabaikan ancaman AS dengan membeli paket sistem S-400, seolah-olah meledek negara Paman Sam itu, Presiden Recep Tayyip Erdogan malah mengumumkan rencana pengembangan sistem S-500 yang lebih canggih dengan Rusia.

- Advertisement -