RAMA TOMBOK

36 views
Patih Sugriwa keki juga jadinya. Perang lawan Ngalengka sudah menguras APBN. Eh, begitu Dewi Sinta berhasil direbut, kok malah mau dibakar. Dungu itu namanya.
- Advertisement -

MESKIPUN negeri Ngalengka sudah berhasil ditaklukkan dan Prabu Dasamuka penguasa lalim nan otoriter sudah dibinasakan lewat senjata panah Guwa Wijaya, Prabu Rama belum juga merasa puas. Soalnya ada masalah baru datang mengganjel. Di berbagai sudut kota Ngalengka, ditemukan baliho iklan pengusir bau ketek berbunyi: Dulu Sinta sangat benci pada Dasamuka, tapi berkat Ojo Mrono sekarang jadi jatuh cinta.

Ini kan pelecehan dan pembunuhan karakter atas istrinya, Dewi Sinta. Masak Ibu Negara Ayodya sampai berbuat begitu? Tapi bisa juga memang demikian, Sinta sekarang sudah berubah. Maklumlah, sudah tiga kali Lebaran tak ketemu suami, akhirnya dia bertekuk lutut dan berbuka paha untuk penguasa Ngalengka.

“Kurang asem juga jika narasi iklan itu benar. Masak Dewi Sinta berkhianat padaku? Bertahun-tahun aku berjuang untuk merebut kembali dari Prabu Dasamuka, kok hasilnya malah begini.” gumam Prabu Rama.

“Sabar paduka raja, itu kan sekedar bahasa iklan, biasalah selalu bombastis. Iklan real estate kan bilang, 10 menit dari Stasiun Tugu, prakteknya satu jam baru nyampai,” hibur Patih Sugriwa meredakan emosi Prabu Rama junjungannya.

Patih Sugriwa sangat hafal kondisi Yogyakarta, karena sebulan sekali di malam purnama dia ikut main Sendratari Ramayana di Candi Prambanan bersama Anoman dan  kawan-kawan.   Dari situ jadi tahu bahwa sekarang kemacetan bukan lagi monopoli Jakarta. Naik mobil Yogya-Solo atau sebaliknya, sekarang bisa tiga jam baru sampai tujuan. Untung saja ada KA Pramex Solo – Kutoarjo.

Bersama Patih Sugriwa Prabu Rama siang itu menuju taman Argasoka. Mereka  hendak menjemput Dewi Sinta, yang sudah 3 tahun dalam kekuasan Prabu Dasamuka sejak penculikan di hutan Dandaka. Tapi gara-gara iklan deodoran Ojo Mrono, gairah dan rindu Prabu Rama pada istri langsung ngedrop. Ibarat listrik dari 220 Volt turun menjadi 110 Volt seperti PLN jaman Orde Lama. Jangan-jangan istrinya sudah tidak suci lagi, tercemar oleh nafsu dan keangkara-murkaan Prabu Dasamuka.

- Advertisement -